Herman Babak Belur Dihajar 70-an Anggota Satpol PP

Herman Babak Belur Dihajar 70-an Anggota Satpol PP

- detikNews
Minggu, 11 Mar 2007 23:05 WIB
Pekanbaru - Sekujur tubuh Herman memar-memar. Bahkan di betis kaki kanannya ada luka sobek yang cukup panjang. Pemuda ini menjadi bulan-bulanan sekitar 70 anggota Satpol PP.Herman adalah warga Jl Seroja, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Dia menjadi korban aksi brutal tersebut pada Minggu (13/3/2007) pukul 13.00 WIB.Pemukulan bermula ketika Sabtu malam Minggu, anggota Satpol PP bernama Aleksandra mengantarkan pacarnya yang warga Jl Seroja di atas pukul 23.30 WIB.Karena dianggap sudah larut malam, pemuda di Jl Seroja menegur Aleks baik-baik. Namun Aleks tidak terima ditegur. Dia lantas memukul salah seorang pemuda.Melihat aksi itu, pemuda lainnya yang berada di situ pun membela rekannya. Lalu terjadilah perkelahian dua lawan satu. Dan malam itu, Aleks tidak sanggup menghadapi 2 pemuda tersebut.Keesokan harinya, Aleks melaporkan kasus pemukulan pada dirinya kepada Polsek Tenayan Raya. Aleks lantas pergi ke markasnya, dan mengajak kawan-kawannya sesama anggota Satpol PP untuk balas dendam.70 Orang rekannya dengan menggunakan pakaian dinas dan membawa sangkur (pisau) beramai-ramai menuju Jl Seroja. Di sana mereka mencari 2 pemuda yang telah memukul Aleks, tapi tidak ketemu.Herman lantas menjadi sasaran mereka, karena dianggap turut menyaksikan ketika perkelahian terjadi. Herman diborgol dan dibawa ke dalam truk. Selama perjalanan dari Jl Seroja hingga Kantor Walikota Pekanbaru, Herman terus digebuki anggota Satpol PP.Melihat Herman dibawa anggota Satpol PP, warga melapor ke Polsek Tenayan Raya. Dari laporan warga, akhirnya polisi mengambil Herman dari markas Satpol PP dan membawanya ke rumah sakit.Aleks yang dianggap dalang pemukulan pun diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka. "Tindakan mereka sangat kasar. Padahal Herman kan bukan penjahat kelas besar, sampai harus digebuki sepeti itu," ujar Kapolsek Tenayan Raya, Iptu Ardinal Effendi.Hinggal pukul 22.30 WIB, Aleks masih ditahan. Namun dia sempat meminta izin kepada polisi agar dibebaskan. Alasannya pun aneh, dia minta dibebaskan karena 11 Maret adalah hari ulang tahunnya. Namun polisi tidak mengabulkan, dan akan kembali melakukan pemeriksaan pada 12 Maret pagi pada anggota Satpol PP lainnya. (nvt/rmd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads