Restrukturisasi Garuda Itu Wajib
Jumat, 09 Mar 2007 16:49 WIB
Jakarta - Proses restrukturisasi PT Garuda Indonesia (Garuda) harus tetap berjalan. Sebab, restrukturisasi adalah satu-satunya cara yang bisa menyelamatkan manajemen Garuda dari kehancuran. Karenannya, proses retrukturisasi Garuda itu, hendaknya mendapat dukungan dari berbagai kalangan."Poses restrukturisasi harus tetap dijalankan oleh manajemen. Kalau tidak, apakah kita akan membiarkan begitu saja Garuda menjadi bangkrut. Garuda adalah aset negera kita," kata Anggota Komisi V DPR RI Enggartiasto Lukita, di Jakarta.Menurut Enggar, kebutuhan total Garuda saat ini teramat besar. Pemerintah melalui APBN, katanya, hanya bisa membantu Garuda senilai Rp. 1 triliun. Jumlah itu, ujar Enggar, masih terlalu kecil bila dibandingkan dengan kebutuhan Garuda."Jadi, pilihannya, apakah kita akan membiarkan Garuda pailit atau mencari strategi partner. Sebab, dana ABPN untuk membantu Garuda senilai Rp.1 triliun pun hingga kini belum cair karena adanya birokrasi," jelas Enggar.Karena itu, lanjut Enggar, Serikat Pekerja Garuda (Sekarga) harusnya memberikan dukungan terhadap langkah manajemen Garuda yang akan melakukan proses restrukturisasi. Enggar meminta manajemen Garuda diminta untuk juga melakukan sosialisasi proses restrukturisasi kepada karyawan Garuda agar tidak menimbulkan keresahan terhadap karyawan. Karyawan tidak perlu khawatir dengan restrukturisasi itu. Sebab, bagaimanapun juga, saham mayoritas PT Garuda tetap dimiliki pemerintah.Pengamat Ekonomi Faisal Basri mengatakan, upaya penyelamatan sejumlah BUMN di sektor transportasi, seperti Garuda hendaknya mendapat dukungan dari semua pihak. Bila terdapat penyimpangan dalam manajemen hendaknya dapat diluruskan demi kepentingan perusahaan.Faisal Basri mengatakan, banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan BUMN, salah satunya ialah melalui restrukturisasi. Namun rencana restrukturisasi hendaknya tidak menimbulkan keresahan para pegawai.
(mar/mar)











































