Warga Resah Digoncang Isu Pengosongan Bukittinggi dan Solok

Warga Resah Digoncang Isu Pengosongan Bukittinggi dan Solok

- detikNews
Sabtu, 10 Mar 2007 21:56 WIB
Jakarta - Masyarakat Sumatera Barat digoncang isu pengosongan kota Bukittinggi, Solok dan sekitarnya. Isu ini berkembang luas lantaran adanya kesalahpahaman menangkap pemberitaan sebuah stasiun televisi dan radio.Sabtu (10/9/2007) hingga pukul 21.50 WIB, keresahan itu masih sangat meluas. Ibu Zulfida, warga Bukittinggi misalkan, sampai-sampai harus menelepon anaknya, Edwardo Rusfid, yang tinggal di Jakarta untuk memastikan kebenaran isu tersebut. "Warga Bukittinggi dalam keadaan was-was," kata Edo, panggilan akrab Edwardo kepada detikcom. Isu yang meresahkan itu, sebagaimana dituturkan Ibu Zulfida, bersumber dari pemberitaan televisi dan kemudian diperkuat oleh pemberitaan radio. pemberitaan televisi dan radio itu mengungkapkan tentang ancaman gempa susulan dan bergeliatnya Gunung Talang dan Marapi.Isu itu dengan cepat berkembang. Bahkan BMG disebut-sebut telah meminta agar warga mengosongkan Bukittinggi, Solok dan sekitarnya. Padahal BMG tidak pernah mengeluarkan seruan semacam itu.Kepala Bidang Gempa Bumi BMG, Suharjono, kepada detikcom, Sabtu (10/3/2007) mengatakan, yang benar BMG meminta warga agar meninggalkan rumah yang tidak layak huni. "Jadi bukan mengosongkan Bukittinggi dan Solok. Rumah yang tidak layak huni yang kami sarankan untuk dikosongkan," tandas Suharjono.Menurut Suharjono, akibat gempa beberapa hari lalu, menyebabkan banyak rumah yang tidak lagi layak huni. Jika terjadi gempa susulan, rumah yang tidak layak huni itu berbahaya bagi keselamatan warga yang tinggal di rumah itu.Seperti diketahui juga, Gunung Talang dan Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) memang pada Sabtu (10/3/2007) pagi dan siang hari tampak berasap. Namun, keluarnya asap dari kedua gunung itu bukan sebagai akibat gempa 5,8 SR yang mengguncang Selasa (6/3/2007) lalu. Status kedua gunung itu pun tidak dinaikkan. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVG) Surono menyatakan sebelum gempa 5,8 SR mengguncang, kedua gunung api itu memang sudah mengeluarkan asap. "Jadi, kalau kedua gunung itu mengeluarkan asap ya itu biasa saja, karena sebelumnya juga sudah terjadi," kata Surono saat berbincang-bincang dengan detikcom, SabtU (10/3/2007). Selama ini Gunung Marapi berstatus aktif normal dan Gunung Talang berstatus waspada. Kedua gunung itu sudah lama mengeluarkan asap setiap 3 atau 6 jam sekali. Hingga sekarang status kedua gunung itu masih tetap sama. PVG memang meningkatkan pemantauan di tiga gunung berapi pasca gempa. Ketiga gunung itu adalah Gunung Talang, Gunung Marapi, dan Gunung Tandikat. "Pemantauan petugas kami sejak gempa terjadi, memang ada sedikit kenaikan aktivitas, tapi belum sampai meningkatkan status," ujar Surono. Petugas PVG masih terus melakukan pemantauan. Sebab, ada dugaan gempa 5,8 SR ini berpotensi meningkatkan aktivitas ketiga gunung tersebut. "Kalau memang nanti aktivitasnya meningkat ya kami akan sampaikan warning kepada pemerintah dan masyarakat setempat," ujar dia. (ana/ana)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads