Trauma Bayangi Korban Garuda
Sabtu, 10 Mar 2007 21:42 WIB
Depok - Walau berhasil selamat dari kecelakaan pesawat Garuda di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, namun trauma membayangi. Jika teringat, air mata pun memburai.Itulah yang terjadi ketika detikcom mewawancarai salah satu korban selamat, Ida Wardani, di kediamannya Perum Pondok Indah Pancoran Mas Blok A3, Depok, Sabtu (10/3/2007)."Saya shock. Padahal 15 menit sebelum mendarat, pilot menyatakan landing sudah siap dan tidak ada tanda-tanda gagal," ujar Ida menceritakan ihwal kejadian.Namun malang tak dapat ditolak, pendaratan pesawat itu tidak berlangsung mulus. Pesawat mulai mengeluarkan asap dan akhirnya terbakar."Untung saya waktu itu duduk di tengah dekat pintu darurat. Saya bisa langsung keluar begitu ada kecelakaan," kata Ida.Cerita pedih itu keluar dari ibu dua anak itu usai menerima santunan PT Garuda Indonesia berupa cek kontan Rp 25 Juta di rumahnya.Kepedihan serupa juga dialami korban selamat lainnya, Francis Kartika (26) yang dihubungi terpisah. Karyawati di salah satu perusahaan konsultan itu mengungkapkan sukacitanya selamat dari maut."Tak ada yang terpikirkan waktu itu. Saya hanya berfikir bagaimana bisa selamat dan tidak ikut terbakar," ujar Kartika ketika ditemui dirumahnya,Vila Dago Tol Blok D6/2 Pamulang, Tangerang.Kartika merasa beruntung lantaran saat kejadian ia sudah siap berpegangan erat pada kursi tempat ia duduk, nomor 24 B."Ketika pesawat menyentuh darat dan mulai terjadi goncangan hebat, saya langsung memegang kursi erat. Saya tidak ingin terantuk mengenai kursi depan saya," ujar Kartika terisak mengingat kejadian itu.
(Ari/aba)











































