Dijanjikan Kerja, 3 ABG Binjai Malah "Dijual" ke Lokalisasi

Dijanjikan Kerja, 3 ABG Binjai Malah "Dijual" ke Lokalisasi

- detikNews
Sabtu, 10 Mar 2007 20:30 WIB
Medan - Sungguh malang nasib 3 ABG asal Binjai, Sumatera Utara ini. Maunya bekerja halal di restoran, malah "dijual" untuk memuaskan laki-laki hidung belang.Ketiga korban tersebut, sebut saja Tina (19), Nunu (16) dan Amei (18) awalnya ditawari bekerja restoran di Pematang Siantar, Sumatera Utara, oleh seorang tetangganya bernama Rita."Kami sebelumnya dijanjikan akan bekerja di rumah makan, dengan gaji 500 ribu perbulan," ujar Tina di Kantor LSM Pusaka Indonesia yang membantu proses pemulangan mereka, di Medan, Sabtu (10/3/2007).Tina kemudian menceritakan pertemuan mereka bertiga dengan Rita terjadi pada 18 Januari 2007. Hari itu juga, ketiga korban dibawa ke rumah H Kemis, salah seorang rekan pelaku, di Kota Binjai.Di rumah H Kemis, sudah menunggu Nana dan Ros, yang belakangan diketahui sebagai germo di lokalisasi pelacuran. Pukul 14.00 WIB, ketiga korban berangkat bersama Rita, Nana dan Ros dengan menaiki mobil Toyota Kijang.Menurut Rita, mereka menuju Pematangsiantar. Namun setelah satu hari perjalanan dari Binjai, tak kunjung tiba di rumah makan. Mereka kemudian menyadari telah dibawa ke Lokalisasi Ulim Km 13, di perbatasan Duri-Dumai, Riau.Di lokalisasi bernama Cirim Manis ini, mereka dipaksa melayani pria hidung belang yang melintas di daerah tersebut. Mereka tidak bisa menolak karena diancam.Setiap melayani pria hidung belang, mereka dibayar Rp 150-300 ribu. Mereka juga harus menyetor uang kamar ke Nana sebesar Rp 30-60 ribu. Jika mereka menolak bekerja, ketiganya didenda sebesar Rp 50 ribu.Ketiga perempuan putus sekolah ini bekerja di lokalisasi tersebut selama kurang lebih dua minggu, yakni sejak 18 Januari-8 Februari 2007. Mereka bisa keluar dari lokalisasi setelah salah seorang keluarga Tina menebus uang Rp 1,5 juta untuk ketiganya.Menurut Elizabeth Juniarti dari Pusaka Indonesia, kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Binjai Kota pada 31 Januari 2007. Namun sampai sekarang tidak satu pun pelaku yang ditangkap. (rul/aba)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait