Dituding Sebagai Peneror Bom, Ningsih Syok Berat
Sabtu, 10 Mar 2007 17:16 WIB
Jakarta - Sus Dwi Ningsih tidak pernah membayangkan harus hidup di ruang tahanan. Tudingan bahwa dirinyalah yang mengirimkan SMS ancaman bom via layanan 1717, membuat Ningsih kini menginap di ruang tahanan Polres Jakarta Utara. Ningsih mengalami syok berat. Polisi yakin dengan temuannya. Bahwa mahasiswi semester IV Fakultas Ekonomi Unisma Bekasi inilah yang mengirimkan SMS ancaman bom ke 1717 pada 4 Maret 2007 lalu. Polisi lantas memburunya dan menangkap Ningsih di Brebes, Jawa Tengah saat tengah berada di rumah orang tuanya. Kepada polisi, Ningsih mengaku sebagai pengirim SMS itu. Pengakuan Ningsih itu dicatat polisi dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Nomor HP Ningsih memang klop dengan nomor HP yang diburu polisi: 0813 8688 6xxx. Menurut polisi, dari nomor HP itulah SMS ancaman bom itu terkirim. Dan nomor HP itu memang milik Ningsih, seorang perempuan yang berwajah lugu itu. Namun, pengakuan Ningsih kepada pengacaranya, Rizky Rahmawati, berbeda 180 derajat. Ningsih mengaku tidak pernah mengirimkan SMS apa pun ke nomor 1717, apalagi SMS soal ancaman bom. "Klien saya mengaku terpaksa mengakui pertanyaan polisi agar cepat selesai," ujar Rizky saat dihubungi detikcom, Sabtu (10/3/2007).Berkali-kali Rizky bertanya mengenai hal itu, Ningsih selalu tidak mengakuinya. "Saat ini, klien saya syok berat dan sangat takut," aku Ningsih. Ningsih telah dijenguk orangtuanya di ruang tahanan Polres Jakarta Utara. Orangtuanya juga merasa terkejut dengan kasus yang menimpa anaknya itu. "Saya sendiri tidak yakin bahwa klien saya sebagai pelakunya. Karena itulah, saya masih mengumpulkan bukti-buktinya," kata Rizky. Agar lebih jelas bagaimana wajah Ningsih yang syok, Anda bisa melihatnya di DetikTV: Mahasiswi Peneror Artha Gading Dibekuk
(asy/asy)











































