Salat Gaib di Hiroshima untuk Almarhum Mulyanto Nugroho

Salat Gaib di Hiroshima untuk Almarhum Mulyanto Nugroho

- detikNews
Jumat, 09 Mar 2007 20:42 WIB
Hiroshima - Terbakarnya pesawat Garuda GA-200 di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta Rabu (6/3/2007) lalu membuat para mahasiswa Indonesia di Hiroshima, Jepang sibuk. Mereka mencari kepastian tentang korban meninggal bernama Dr Mulyanto Nugroho. Jumat (9/3/2007), para mahasiswa menyelenggarakan salat gaib untuk almarhum Mulyanto. Salat gaib digelar seusai salat Jumat di International House Hiroshima University yang disulap sebagai musala, sekitar pukul 13.00 waktu Hiroshima. Mahasiswa-mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) mengikuti salat bersama ini. "Kami semua bersama warga muslim Indonesia dan negara-negara lain di Higashi Hiroshima menunaikan salat gaib," kata Karmaji, mahasiswa Graduate School for International Development and Cooperation (IDEC) Hiroshima University kepada detikcom. Menurut Karmaji, para mahasiswa Indonesia di Hiroshima sangat mengenal Mulyanto, seorang doktor lulusan Universitas Wageningen Belanda itu. "Beliau bulan lalu sempat menjadi warga muslim di kota Higashi Hiroshima," ujar Karmaji. Kota Higashi Hiroshima merupakan tempat kampus Hiroshima University. Mulyanto yang bekerja di Departemen Kehutanan (Dephut) berada di Hiroshima karena menjadi visiting resercher pada Graduate School for IDEC, Hiroshima University. Setidaknya, Mulyanto tinggal di Hiroshima selama satu bulan. Karena itulah, begitu mendengar nama Mulyanto disebut-sebut sebagai korban Garuda, maka para mahasiswa di Hiroshima pun sibuk mencari informasi pastinya. "Saya dan teman-teman anggota PPI Hiroshima mencari tahu status dan kondisi Pak Mulyanto dengan cara komunikasi via internet, email, telepon, termasuk mencari berita di detikcom. Kami juga meminta informasi ke KBRI Tokyo," ujar ayah satu anak ini. Karmaji dan teman-teman PPI lainnya awalnya berharap bahwa Mulyanto yang menjadi korban Garuda itu bukanlah Mulyanto Nugroho yang pernah satu bulan di Hiroshima. Namun, takdir Tuhan yang menentukan. Begitu mendapat informasi pasti tentang meninggalnya Mulyanto, maka para mahasiswa pun mengumumkannya di mailing list warga muslim di wilayah Hiroshima untuk mengadakan salat gaib. Dan seusai salat Jumat, salat gaib untuk Mulyanto pun digelar. Salat gaib juga digelar untuk semua korban pesawat Garuda dan gempa di Sumatera Barat. "Kami berdoa agar Pak Mulyanto bersama para korban lain diterima di sisi Allah SWT," kata mahasiswa yang asli Jepara ini. Selamat jalan Pak Mulyanto! (asy/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait