Gersang Tanpa Republik Mimpi

detikPolling

Gersang Tanpa Republik Mimpi

- detikNews
Jumat, 09 Mar 2007 18:45 WIB
Jakarta - Mimpi adalah bunga tidur. Tanpa mimpi, republik pun tak berwarna-warni seperti bunga. Hasil detikPolling merasa gersang tanpa Republik (Kerajaan) Mimpi.Polling dibuka pada 2 Maret 2007. Pertanyaan yang muncul adalah, "Republik Mimpi (newsdotcom) yang tayang di Metro TV terancam disomasi Menkominfo. Sampoerna juga berhenti jadi sponsor utamanya. Seberapa penting acara ini bagi Anda?" Ada dua jawaban yang bisa dipilih, yakni "penting" dan "tidak penting".Hasil polling hingga Jumat (9/3/2007) pukul 18.40 WIB, 9.366 suara telah masuk. Dari total responden, 7.208 suara (76,96%) memilih penting. Sementara 2.155 suara (23,01%) memilih tidak penting. Selisihnya 53,95 persen.Senyum pasti tersungging di bibir tatkala melihat Si Butet Yogya (SBY), Jarwo Kwat (JK), Megakarti, Gus Pur, Habudi, dan Suharta beraksi dalam acara parodi politik yang digagas Effendi Ghazali itu. Entah itu senyum geli ataupun senyum pahit.Namun bagi Menkominfo Sofyan Djalil, tentulah senyum pahit, sehingga berencana menyomasi Republik Mimpi karena dinilai mengolok-olok lembaga kepresidenan.Badai pun menerpa Republik Mimpi. Sponsor utamanya, HM Sampoerna, tak memperpanjang kontrak.Namun langkah Sofyan menuai kritik. Kalau sampai kejadian, bisa-bisa malah merusak citra SBY. Aksi Sofyan dinilai cenderung bak Departemen Penerangan era Orde Baru yang gemar memberangus media yang kritis terhadap pemerintah.Megawati dan Gus Dur bahkan menyatakan oke-oke saja diparodikan dalam Republik Mimpi menjadi Megakarti dan Gus Pur. Jadi, siapa yang tersinggung sebenarnya?Pemerintah pun dianggap tidak siap menerima kritik. Mantan Ketua MPR Amien Rais bahkan menilai pemerintah yang suka main bredel, berumur pendek.Sofyan akhirnya menyatakan masih pikir-pikir untuk menyomasi Republik Mimpi. Dia pun ber-SMS ria dengan Effendi Ghazali agar mempertimbangkan plus minus acara tersebut.Namun Republik Mimpi membuat manuver. Dekrit dikeluarkan oleh sang presiden Si Butet Yogya (SBY). Republik Mimpi berubah menjadi Kerajaan Mimpi. Dia pun menjadi raja, sedangkan Jarwo Kwat (JK) menjadi perdana menteri.Meski demikian polling ini tidak bersifat ilmiah dan hanya mencerminkan opini para pembaca detikcom yang berpartisipasi dalam detikPolling. (sss/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads