Tuduhan Kecelakaan Garuda Karena Human Error Normatif

Tuduhan Kecelakaan Garuda Karena Human Error Normatif

- detikNews
Jumat, 09 Mar 2007 17:27 WIB
Jakarta - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Daryatmo menilai pernyataan yang menyatakan kecelakaan Garuda akibat human error dinilai normatif. "Sejauh ini kita sama sekali belum bisa memberi tahu apa penyebabnya. Karena penyebabnya bisa karena manusia, media atau materialnya," kata Daryatmo di RS Pusat Angkatan Udara Antariksa Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Jumat (9/3/2007).Namun yang jelas, kata Daryatmo, pada saat touch down atau mendarat, nose whell-nya lepas. "Kenapa lepas, itu sedang dicari oleh KNKT," ujarnya.Jadi, kata Daryatmo, tuduhan kesalahan pada manusia juga belum bisa ditentukan. Begitu juga soal isu sabotase dalam kecelakaan itu belum bisa dibuktikan. "Kalau yang saya ketahui informasi itu perlu digali dari black box . Itu harus dibaca dulu, berapa lama waktu membacanya, KNKT yang mengerti," tukasnya.Begitu juga dengan alasan Bandara Adisucipto yang landasannya cukup pendek. Menurutnya, hal itu tidak berdasar. "Landasan di Adi Sucipto tidak pendek. Semuanya terukur," tegasnya."Saya tidak mengerti fenomena apa ini. Ini suatu kondisi yang harus dihadapi bersama dan dicari solusinya bersama juga," kata dia menjawab pertanyaan tentang fenomena apa sehingga terjadi banyak kecelakaan pesawat.Akan tetapi, lanjut Daryatmo, filosofi yang ada di TNI AU dalam mengelola sistem peralatan udara, kecelakaan bisa dicegah. "Kita persiapkan yang terbaik, kita siap yang terburuk. Itu filosofinya," ungkapnya. (mar/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads