Identifikasi 4 Warga Australia Korban Garuda Belum Final
Jumat, 09 Mar 2007 16:51 WIB
Yogyakarta - Setelah sempat dirilis bahwa 4 mayat korban terbakarnya pesawat Garuda yang ada di kamar mayat RSUP Sardjito, Yogyakarta kemungkinan besar adalah 4 WN Australia, kali ini informasinya mentah lagi. Identifikasi terhadap empat jenazah itu belum final. Tim Disaster Victim Identification (DVI) RSUP Sardjito menolak mengonfirmasi bahwa keempat mayat itu adalah Brice Steele, Henry Morgan Saxon Mellish, Mark Scott, dan Allison Sudrajat. Dalam keterangan pers yang disampaikan di Ruang Seminar Gedung Administrasi RS Sardjito, Jumat (9/3/2007), Ketua DVI Nasional Komjen Eddy Suparwoko menegaskan bahwa identifikasi 4 mayat yang diduga warna asing dan 1 mayat perempuan yang belum diketahui rasnya itu belum selesai. Eddy beralasan sebelum benar-benar teridentifikasi, tim DVI tidak mau berspekulasi. Hingga kini, data ante-mortem (sebelum kematian) yang dimiliki tim DVI belum mencukupi untuk membuat kesimpulan. Meski pemeriksaan post-mortem (sesudah kematian) keempat mayat itu sudah selesai, pencocokan identifikasi tersebut masih harus dibicarakan di forum reconcilliation board yang beranggotakan para ahli sebelum dapat dipastikan.Tentang satu jenazah perempuan yang belum diketahui rasnya tersebut, Eddy juga enggan membuat spekulasi yang terburu-buru. Menurut dia, proses identifikasi lebih baik berjalan lambat tetapi akurat, daripada berlangsung cepat tetapi keliru. Diharapkan, proses identifikasi kelima jenazah itu selesai Sabtu (10/3/2007) besok. Konferensi pers yang digelar pukul 14.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB ini tidak dihadiri satu pun anggota tim DVI asal Australia yang telah mengikuti proses identifikasi jenazah di RS Sardjito sejak pagi tadi. Dengan demikian, hingga Jumat (9/3/2007) pukul 15.00 WIB, jumlah korban tewas yang berhasil diidentifikasi masih sama dengan data kemarin, yakni 16 orang.
(arp/asy)











































