Pernah Ditusuk Istri, Briptu Rifai Korban KDRT
Jumat, 09 Mar 2007 15:52 WIB
Bangkalan - Kekerasan dalam rumah tangga (KRDT) tidak hanya menimpa kaum perempuan. Briptu Rifai -- penembak mati Wiwik (istrinya), Satrio Wibowo (PIL Wiwik), ibu mertua dan seorang teman Satrio, sebelum bunuh diri -- juga mengalaminya.Kekerasan yang dialami anggota Polres Bangkalan itu adalah pernah ditusuk oleh sang istri dengan pisau."Rifai merupakan laki-laki yang menjadi korban kekerasan rumah tangga yang dilakukan oleh istrinya," kata Kapolres Bangkalan AKBP M Kozim pada detikcom di kantornya, Jl Soekarno-Hatta, Bangkalan, Jumat (9/3/2007).Penusukan itu terjadi ketika Rifai bertugas di bagian Lalu Lintas. Penusukan terjadi ketika Rifai bertengkar dengan istrinya. "Penyebabnya uang," kata Kapolres. Dia menyebut istri anak buahnya itu materialistis.Selama bertugas di bagian Lalu Lintas, kata Kapolres, Wiwik 'mewajibkan' Rifai 'setor' uang padanya setiap Rifai pulang berdinas. Jika 'setoran' seret, Wiwik marah-marah.Setelah itu Rifai dipindah ke Bagian Operasi (Baops). Rifai juga tidak berkenan menceraikan Wiwik meski dia pernah ditusuk perempuan itu. Penyebabnya, Rifai mempertimbangkan anak mereka yang umurnya baru 2 tahun (kini 3 tahun).Rifai, di mata Kapolres, adalah prajurit yang baik. Dia perhatian pada teman-temannya. Selama 7 tahun berdinas di Polres, dia tidak punya masalah berarti dengan teman-teman atau pun atasannya."Kemungkinan terjadinya kasus pembunuhan karena faktor depresi keluarga, bukan karena pekerjaan," kata Kapolres.
(nrl/asy)











































