JK Bosan Ditanya Reshuffle
Jumat, 09 Mar 2007 15:35 WIB
Jakarta - Memasuki pertengahan periode pemerintahan SBY-JK, wacana pergantian anggota kabinet kembali berhembus. Wapres Jusuf Kalla pun bosan menjawab pertanyaan tentang itu.Hal ini tercermin saat ia menjawab pertanyaan wartawan mengenai reshuffle kabinet dalam keterangan pers sore ini di Kantor Wapres, Jl. Medan MerdekaSelatan, Jakarta, Jumat (9/3/2007)."Reshuffle lagi. Sekali lagi dan untuk kesekian kalinya, reshuffle itu hakpreogatif presiden. Jadi presiden bisa laksanakan kapan saja," ujar JK dengan nada bosan.Wapres menyatakan, pemerintah memperhatikan semua wacana tentang reshufflekabinet yang berkembang di masyarakat. Baik yang dikemukanan oleh Ketua DPR Agung Laksono, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid atau pun tokoh lainnya."Yakinlah bahwa presiden ingin jalankan pemerintahan dengan efektif," tandasnya.Menurut Wapres dalam menjalankan pemerintahan yang efektif, reshuffle hanya merupakan salah satu opsi dan diambil dengan pertimbangan matang atas segala aspek. Sebab untuk mencapai tujuan di atas, presiden selaku Kepala Pemerintahan bisa memberikan dorongan atau teguran pada kementerian bersangkutan."Kalau ada yang tidak efektif di kementerian, tentu kita efektifkan dengan berbagai cara. Kalau memang butuh reshuffle, ya reshuffle. Kalau butuh dorongan, ya dorongan. Kalo butuh teguran, ya teguran. Bagaimana yang baiknya saja," ujarnya.
(lh/nrl)











































