Bocah yang Tertimbun Longsor di Ngarai Sianok Belum Ketemu

Bocah yang Tertimbun Longsor di Ngarai Sianok Belum Ketemu

- detikNews
Jumat, 09 Mar 2007 15:18 WIB
Bukittinggi - Nasib malang menimpa seorang bocah bernama Rahmad (7 tahun). Dia tertimbun longsoran bukit Ngarai Sianok, Bukittinggi, Sumatera Barat beberapa detik setelah gempa 5,8 SR mengguncang Selasa (6/8/2007). Sudah empat hari pasca gempa, jasad bocah SD kelas 1 itu belum juga diketemukan. Tim evakuasi dari Batalyon Infanteri 131 masih berada di lokasi longsoran Ngarai Sianok. Sebuah alat berat masih terus berkerja untuk mencari jasad Rahmad. Pencarian ini sudah dilakukan sejak Selasa (6/3/2007) lalu. Namun, hingga Jumat (9/3/2007), Rahmad belum ketemu juga. Menurut Ketua RT 07 RW 10 Kelurahan Ngarai, Bukittinggi, Effendi kepada detikcom, Rahmad di saat gempa terjadi tengah asyik mencari ikan di sungai Batang Sianok yang berada di lembah tersebut. Begitu ada gempa, Rahmad berusaha keluar dari sungai yang dangkal tersebut. Namun ketika Rahmad akan memanjat tebing kecil untuk keluar dari sungai, longsoran Ngarai Sianok lebih dulu runtuh dan menimbun tubuh Rahmad. "Tim masih berupaya mencari jasad Rahmad dari reruntuhan Ngarai Sianok," kata Effendi. Dia menjelaskan, Rahmad merupakan warga Dusun Loga Rambah Kelurahan IV Koto Kabupaten Agam. Letak Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi hanya berbatasan sungai Batang Sianok yang berada persis di tengah Ngarai Sianok. Rahmad diperkirakan tertimbun di ujung jembatan sebagai perbatasan Bukit Tinggi dan Kabupaten Agam. Sebenarnya Rahmad sempat akan ditolong oleh Nuraini, pemilik warung yang terletak persis di bawah tebing Ngarai yang runtuh. "Namun apesnya, ketika Bu Nuraini meraih tangan Rahmad, longsor terlebih dahulu menimpa tubuh Bu Nuraini. Rahmad pun terlepas dari genggaman tangan kiri Bu Nuraini. Hingga kini Rahmad belum juga diketamukan," kata Effendi. Sementara itu, Wali Nagari (Lurah) Sianok VI Kabupaten Agam, Masril Rajo Ameh menjelaskan Rahmad merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan suami istri Salman (40) dan Rina (27). Kedua orangtua Rahmad, kata dia, sudah mengikhlaskan kepergian anak pertamanya itu."Saya sudah menjumpai orangtua Rahmad. Mereka menyebut sudah ikhlas akan takdir yang menimpa anaknya. Walau demikian, kedua orangtua Rahmad masih berharap jasad anaknya dapat ditemukan," kata Masril. (cha/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait