Mahasiswi Unisma Peneror Bom Artha Gading Dibekuk

Mahasiswi Unisma Peneror Bom Artha Gading Dibekuk

- detikNews
Jumat, 09 Mar 2007 15:13 WIB
Jakarta - Setelah diburu 4 hari, Sus Dwi Ningsih, mahasiswi semester 4 Falkutas Ekonomi, Unisma, Bekasi ditangkap polisi. Perempuan berambut panjang ini mengirim SMS teror bom hanya untuk menakuti orang.Ningsih dibekuk jajaran Polres Jakarta Utara di kediamannya, Desa Kebon Agung RT 03 RW 01, Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah, pada Rabu 7 Maret 2007."Kami kejar hingga ke Brebes, Jawa Tengah. Kami tidak mengira, ketika ditangkap pelaku sedang di rumahnya santai-santai. Tetangganya pada bingung karena ada rombongan polisi dari jauh," kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Musyafak.Hal ini disampaikan dia dalam jumpa pers di Polres Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso nomor 1, Jumat (9/3/2007). Ningsih pun tampak hadir didampingi kuasa hukumnya, Rizky Rahmawati.Menurut dia, petugas menemukan HP dengan nomor 0813 8688 6xxx yang serupa dengan nomor pengirim SMS teror."Setelah kami kembangkan ternyata tujuan pelaku hanya menakut-nakuti orang banyak," ujarnya.Musyafak menjelaskan, SMS teror bom telah ditulis Ningsih sejak banjir besar melanda Jakarta, namun disimpan di HP. Kemudian setelah tahu ada layanan 1717, dia langsung mengirim SMS saat berada di Cibubur Junction pada Minggu 4 Maret pukul 13.00 WIB.Mendapat teror bom, Polda Metro Jaya menghubungi balik guna melacak koordinat keberadaan Ningsih."Saat itu Ningsih sudah berada di Ramayana Cileungsi, Bogor. Kemudian ketika diburu ke sana, ternyata sudah di daerah Jawa Tengah, yakni Jatibarang," kata Musyafak.Dikatakan Musyafak, Ningsih akan dikenakan pasal teroris Perpu 1/2002 tentang pemberantasan terorisme dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun.Kuasa hukum Ningsih, Rizky Rahmawati, mengatakan, kliennya membantah mengirim SMS itu."Mba Ningsih tidak mengaku dia menulis SMS itu dan HP-nya tidak berpindah tangan. Memang dari pemeriksaan polisi menyatakan Mba Ningsih yang membikin, tetapi kalau kami sebagai pengacara belum menemukan itu," ujar Rizky sambil merangkul Ningsih yang terlihat ketakutan.Ningsih tampak mengenakan baju tahanan Polres warna biru tua dengan celana kembang pendek khas bali warna biru muda dan sandal jepit.Perempuan berambut panjang sebahu diikat ini tidak mengeluarkan sepatah kata pun.Ketika ditanya wartawan mengapa yang dipilih Artha Gading, wajah Ningsih tampak tercengang. Dia terdiam dan matanya memerah menahan tangis sambil langsung memeluk pengacaranya. (aan/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads