Agar Tak Main Tembak, Polisi Perlu Tes Psikologi Tiap 3 Bulan

Agar Tak Main Tembak, Polisi Perlu Tes Psikologi Tiap 3 Bulan

- detikNews
Jumat, 09 Mar 2007 12:07 WIB
Jakarta - Tindakan Briptu Rifai menembak hingga tewas 4 orang lalu bunuh diri, sungguh mengerikan. Yang memprihatinkan, insiden polisi main tembak sudah berulang kali terjadi. Apa yang memicu polisi gelap mata seperti itu?Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar menilai, ada beberapa hal yang perlu dibenahi dalam satuan kepolisian. Salah satunya adalah hubungan antara petinggi dan bawahan."Polisi ini kan pekerjaannya lebih humanis, karena itu sebaiknya hubungan antara pimpinan dan bawahan lebih terbuka, lebih sosial, bukan seperti militer," kata Bambang kepada detikcom, Jumat (9/3/2007).Selain itu, meski anggota polisi sudah lulus tes psikologi pada saat pendaftaran, namun tes itu sebaiknya diulang dalam periode tertentu. "Tiga bulan sekali dilakukan pemanggilan ulang tes. Perlu ada konseling untuk membuat kondisi psikologis mereka stabil," katanya.Menurut Bambang, tingkat stres anggota polisi saat ini semakin tinggi karena pekerjaannya overload. "Sudah jumlahnya sedikit, pekerjaannya banyak. Gimana nggak stres," ujar dosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian ini.Namun penyelesesaian ini bukan hanya dengan penambahan personel saja. Petinggi polisi harus mulai memikirkan bagaimana mendesain ulang beban pekerjaan polisi supaya lebih efektif."Sekarang ini pekerjaan polisi itu terbagi dua, sebagai penegak hukum dan lembaga preventif. Itu kan berat, apalagi ditambah kondisi sosial saat ini yang amburadul," paparnya. (ken/nrl)


Berita Terkait