Lumpur Lapindo Tetap Menyembur
Jumat, 09 Mar 2007 07:32 WIB
Sidoarjo - Masa kerja Timnas penanggulangan semburan lumpur lapindo di Sidoarjo diperpanjang 1 bulan. Timnas yang sebelumnya dibentuk melalui Keppres. No 13 Tahun 2006 hanya memiliki masa kerja selama enam bulan.Sayangnya selama 6 bulan bekerja tidak banyak yang dapat dilakukan Timnas. Lumpur Lapindo hingga kini terus menyembur tanpa mampu dihentikan. Menjadi pertanyaan mampukah badan baru yang nantinya akan dibentuk bisa bekerja melawan lumpur.Sebelumnya Timnas dibentuk dengan memiliki 6 tugas pokok, yaitu pembuatan tanggul permanen di semburan, relokasi infrastruktur, penanganan teknis penutupan semburan, pembuangan lumpur melalui saluran pelimpah dan juga menangani masalah sosial. Namun hingga masa kerja Timnas berakhir, semua tugas yang dibebankan masih belum banyak yang dapat diselesaikan. Padahal, berbagai cara telah ditempuh oleh timnas yang dikomandani Basuki Hadimuljono untuk mencoba menghentikan semburan lumpur yang ditimbulkan akibat pengeboran gas oleh Lapindo Brantas Inc.Upaya pertama yang dilakukan timnas dengan cara snubbing unit pada bulan Oktober gagal dilakukan. Kemudian disusul dengan cara Side Tracking dan Relief Well. Namun semua upaya teknologi untuk menghentikan semburan lumpur yang semakin liar tetap tidak dapat dilakukan.Gagal menghentikan semburan lumpur, timnas kemudian mengupayakan membuang lumpur panas langsung ke kali porong dengan membuat saluran pelimpah (Spillway). Rencana awal dengan adanya spillway ini, nantinya dapat mengurangi volume lumpur yang berada di kolam-kolam penampungan dengan dibuang langsung ke sungai porong.Sedangkan langkah terakhir yang dilakukan timnas sebelum mengakhiri masa tugasnya,timnas kembali mencoba satu cara lagi yang diyakini baru pertama kali ini dicoba di dunia.Dengan menggunakan bola-bola beton yang dimasukan kedalam pusat semburan lumpur pansa, timnas berharap nantinya debit lumpur yang keluar akan semakin berkurang.Namun dari 375 untain bola yang direncanakan, hingga Selasa 6 Maret lalu, baru 174 untaian bola yang berhasil dimasukan kedalam pusat semburan lumpur. Untuk menjalankan seluruh program yang direncanakan, timnas mengalokasina dana sebesar Rp 1,3 triliun dari Lapindo Brantas Inc."Sampai saat ini dana yang dipakai untuk penanganan semburan lumpur dari Rp 1,3 triliun itu yang terpakai keluar kurang dari Rp 1 triliun," Kata Jubir Timnas, Rudi Novrianto saat dihubungi wartawan, Jumat (9/3/2007).Untuk itu apabila pemerintah belum mengumumkan akan pengganti timnas dalam penanganan lumpur sidoarjo, maka timnas masih akan terus berupaya untuk menyelesaikan seluruh tugas yang belum selesai dengan sisa dana yang masih ada sebesar Rp 4 miliar."Sisa dana itu yang akan dipakai untuk penanganan semburan lumpur oleh timnas sambil menunggu keputusan dari pemerintah apakah akan dilanjutkan atau ditutup dengan diganti badan lain," Jelasnya.Sementara itu, Vice President Of Human Resources and Relations Yuniwati Teriyana saat dihubungi wartawan mengatakan, dana Rp 1,3 Triliun yang dicadangkan untuk biaya penanggulangan semburan lumpur dan pengelolaan lumpur di permukaan serta bantuan sosial saat ini sudah terpakai seluruhnya.menurutnya, hingga bulan maret ini diperkirakan dana yang telah disetujui pemerintah tersebut sudah sedikit melebihi dari anggaran yang ditentukan.Alokasi dana yang telah ditentukan oleh pemerintah dalam penanganan semburan lumpur panas di Sidoarjo,Jawa Timur adalah sebesar Rp 3,8 triliun. Rp 1,3 triliun digunakan untuk penanggulangan semburan lumpur. Sedangkan sisanya sebesar Rp 2,5 triliun digunakan untuk ganti rugi terhadap warga yang rumahnya sudah ditenggelamkan oleh lumpur panas."Kita berharap pemerintah memberikan jalan keluar atas masalah pendanaan ini. Karena jika berlarut, akan semakin memperburuk situasi yang ada," harap Yuniwati.
(bdh/ndr)











































