Polisi Aussie: Pilot Garuda GA 200 Keluhkan Gangguan Alam
Kamis, 08 Mar 2007 17:23 WIB
Canberra - Musibah pesawat Garuda GA 200 terjadi saat cuaca cerah. Penyebabnya belum dapat dipastikan. Namun pilot mengeluhkan adanya gangguan alam saat hendak mendarat.Pesawat Boeing 737-400 itu dipiloti Kapten Marwoto Komar, dengan kopilot Gagam Rohmana."Mereka bilang ada gangguan dengan pendaratan dan ada gangguan alam yang disebabkan oleh hembusan angin yang sangat kuat, sehingga pesawat melenceng dari landasan saat hendak mendarat," ungkap Komisaris Australian Federal Police (AFP) Mick Keelty kepada Channel Nine seperti dilansir ABC, Kamis (8/3/2007).Dituturkan dia, kedua pilot dan kopilot telah diperiksa mengenai kecelakaan yang terjadi di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, pada Rabu 7 Maret 2007 tersebut."Tentunya mereka berdua dalam keadaan syok saat dimintai keterangan. Kami perlu memastikan barang bukti yang dikumpulkan polisi Indonesia dan tim kita bisa menguatkan barang bukti lainnya," kata Keelty.Pada Kamis siang tadi, Prof Mardjono dari KNKT menjelaskan, Kapten Marwoto belum bisa diperiksa karena kondisinya masih syok berat. Namun rupanya Keelty punya keterangan berbeda.
(sss/nrl)











































