Juara Ice Skating Itu Minta Dipeluk Sekali Lagi
Kamis, 08 Mar 2007 17:15 WIB
Yogyakarta - Kepastian meninggalnya Ir H Toto Yulianto dalam kecelakaan terbakarnya pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 200 di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, Rabu (7/3/2007) mendatangkan kesedihan mendalam bagi ibu mertuanya, Ny. Wiku Suprapti (66 tahun).Dituturkannya kepada detikcom di depan ruang identifikasi jenazah RS Sardjito, suami Rinta Fristiana itu adalah seorang pria penyayang keluarga. Karena rasa sayang terhadap istri dan kedua anaknya, Ragerino (12) dan Balqis (9) itulah, Toto rela bolak-balik Yogyakarta-Jakarta setiap pekan. Meski mempunyai rumah di Jakarta, Toto yang bekerja di Departemen Pekerjaan Umum itu dipindah untuk bekerja di Yogyakarta selepas gempa 27 Mei 2006.Biasanya, setiap Jumat siang, Toto terbang dari Yogyakarta ke Jakarta dan kembali terbang dari Jakarta ke Yogyakarta pada Minggu malam.Pada pagi hari Rabu nahas itu, tutur Ny Wiku dengan mata berkaca-kaca, Balqis, anak bungsu Toto yang biasanya masih tertidur saat ayahnya berangkat ke Yogyakarta, mendadak terbangun untuk melepas keberangkatan ayahnya. Masih menurut Ny Wiku yang menirukan cerita cucunya, sebelum pergi Toto berpesan, "Jika Papa nanti pergi, Balqis yang rajin ya salatnya?". Setelah berkata seperti itu, Toto pun kemudian bersiap masuk ke taksi yang sudah menunggu. Tapi, entah kenapa, Balqis minta ayahnya berbalik dan berkata. "Papa, peluk aku satu kali lagi dong," demikian Ny Wiku menirukan ucapan cucu perempuannya. Toto pun bersedia memenuhi permintaan putrinya tersebut dan memberi pelukan sebagaimana diminta.Digambarkan Ny Wiku dengan suara tertahan, Balqis memang sangat dekat dengan ayahnya. Balqis juga telah membuat bangga ayahnya karena berprestasi di bidang seluncur es (ice skating). Hobi Balqis di arena seluncur es yang sangat didukung ayahnya tersebut telah membawa gadis kecil itu bertanding hingga ke Singapura dan Cina dan menjuarai sejumlah lomba di sana.Jenazah Toto Yulianto telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI RS Sardjito dan dibawa pulang ke rumah Ny Wiku di Jl Deresan No 3, Sleman, Yogyakarta, untuk kemudian dimakamkan di sana.
(arp/nrl)











































