Ratusan Aktivis Perempuan Aceh & Waria Gelar Longmarch
Kamis, 08 Mar 2007 16:14 WIB
Banda Aceh -
Ratusan aktivis perempuan Aceh menggelar aksi longmarch dari Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, ke kantor DPRD Aceh, Kamis (8/3/2007). Aksi ini dilakukan untuk memperingati Hari Perempuan Sedunia. Selain para aktivis perempuan, puluhan waria juga terlihat ikut dalam aksi longmarch ini.Setiba di kantor DPRD Aceh di Jl.Tengku Daud Beureueh, mereka menggelar orasi. Dalam orasinya, mereka mendesak pemerintahan baru di Aceh untuk meningkatkan keterlibatan perempuan di dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi serta rekonsiliasi di Aceh.Mereka juga meminta, ada evaluasi pemahaman dan penerapan Syariat Islam yang dinilai tidak sensitif gender, sekaligus menolak penerapan Syariat Islam untuk praktek-praktek kekuasaan yang diskriminatif.Permintaan lainnya, mereka mendesak agar legislatif dan eksekutif melibatkan perempuan dalam proses perencanaan,penyusunan, pembahasan, pengesahan dan evaluasi Qanun (Perda) di Aceh. Selain itu, mereka meminta kepada pemerintahan Aceh yang baru dan juga seluruh lapisan masyarakat untuk segera menghentikan kekerasan terhadap perempuan.Waria Minta Haknya Dipenuhi<.B>Tak hanya para aktivis perempuan, para waria yang kebanyakan bekerja di salon-salon di Banda Aceh juga meminta hak-hak mereka sebagai waria dipenuhi dan dihormati.Idar, salah seorang waria yang mengelola salon kecantikan meminta pemerintahan Aceh yang yang baru untuk menghargai profesi mereka. "Kami ini bekerja. Jadi jangan dirazia dan menuduh kami macam-macam. Kami mencari pekerjaan yang halal," ungkapnya ketika orasi di hadapan para anggota DPRD Aceh.Dalam beberapa hari terakhir ini, Pemko Banda Aceh memang tengah giat melakukan razia ke sejumlah salon kecantikan di Banda Aceh. "Kami juga punya hak untuk hidup dan bekerja. Jadi, tolong hargai kami," katanya berapi-api.
(ray/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































