Jacob dan George Persulit Penanganan Longsor Manggarai
Kamis, 08 Mar 2007 15:57 WIB
Jakarta - Jumlah pengungsi korban tanah longsor di Manggarai, NTT, terus bertambah. Warga sangat mengkhawatirkan datangnya bencana susulan akibat masih terus memburuknya kondisi cuaca. "Dari hanya 200 orang pada 3 Maret, besoknya 520 dan terus 1.000, 2.445 dan terakhir 5.231. Diperkirakan terus bertambah hingga 8.000 orang," kata Menko Kesra Aburizal Bakrie, Kamis (8/3/2007). Hal tersebut ia sampaikan pada wartawan usai melaporkan perkembangan tanggap darurat gempa Sumbar dan longsor NTT dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta. Berdasar laporan kepala pelaksana harian Bakornas yang telah berada di lokasi kejadian, tampaknya penanganan bencana di Manggarai lebih berat dari dugaan awal. Penyebabnya adalah badai topan Jacob dan George yang masih bergerak menuju NTT dari Australia. Kondisi geografis lokasi yang berada jauh di pelosok juga memperlambat suplai bantuan logistic dan peralatan evakuasi. Belum lagi putusnya jalur transportasi darat yang membuat sejumlah kecamatan yang menjadi korban relatif masih terisolir. "Di (kecamatan) Petakomba tanahnya terbelah, di Lambaleda longsor dua gunung yang sehingga membuat danau sedalam enam meter," sambung Ical yang akan meninjau lokasi esok pagi.
(lh/nrl)











































