Gantikan Staf Kedubes Aussie
Morgan Tak Masuk Manifes Garuda
Kamis, 08 Mar 2007 13:00 WIB
Jakarta - Nama penumpang tak sesuai daftar manifes bukan hal baru. Tapi tentu jadi sedikit masalah jika terjadi insiden. Seperti yang terjadi pada Henry Morgan Saxon Mellish (37).Jurnalis Australian Finance Review di Jakarta itu ketinggalan penerbangan Garuda pada Selasa 6 Maret 2007 malam pukul 19.00 WIB ke Yogyakarta karena meliput kunjungan Menlu Australia Alexander Downer ke pesantren di Bekasi.Morgan Mellish kemudian meminta sekretarisnya mencari tiket penerbangan Garuda berikutnya, namun hingga malam masih waiting list. Morgan harus ke Yogya untuk meliput kunjungan Downer ke Kota Gudeg itu."Kebetulan, Jubir Kedubes Australia Elizabeth O'Neill punya tiket Garuda kosong atas nama staf kedutaan. Tiket itu kemudian diberikan O'Neill kepada Morgan. Tapi saya tidak tahu namanya," tutur rekan kerja Morgan, Retno Indriani Palupi, kepada detikcom, Kamis (8/3/2007).Morgan, lanjut Retno yang berdomisili di Jl Lembang, Menteng, kemudian naik Garuda pada Rabu 7 Maret 2007 pagi.Begitu mendengar kabar Garuda terbakar saat mendarat di Yogyakarta, Retno segera mengontak HP Morgan. Namun tidak aktif. Dikirimkan SMS juga tak kunjung dibalas.Mendapati Morgan tidak berstatus sebagai korban selamat, Retno diminta kantor pusat ke Yogyakarta. Mengetahui semua korban tewas berada di RSUD Dr Sardjito, Retno pun ke lokasi bersama temannya, Emy, wartawan The Australian.Retno kemudian meyakini salah satu jenazah merupakan jasad Morgan. Apalagi ketika dirinya mencuri pandang kertas yang dibawa seorang dokter, tertulis nama lengkap Morgan. "Tapi memang belum ada keterangan resmi," pungkasnya.
(sss/ana)











































