Identifikasi Korban Garuda Lambat karena Prosesnya Sulit

Identifikasi Korban Garuda Lambat karena Prosesnya Sulit

- detikNews
Rabu, 07 Mar 2007 21:52 WIB
Yogyakarta - Lambatnya proses identikasi jenasah korban Garuda GA 200 dikeluhkan beberapa keluarga korban. Tim forensik beralasan proses identifikasi tak semudah yang dibayangkan.Kombes Polri Slamet Purnomo mengatakan, proses identifikasi lebih mengandalkan keakuratan daripada kecepatan. "Dalam proses ini prinsip yang kami gunakan adalah prinsip ketepatan, bukan kecepatan. Jadi dalam proses identifikasi kami tidak bisa menentukan kapan bakal selesai," ujarnya di Gedung Bulat, gedung administrasi RSUP Sardjito, Rabu (7/3/2007).Dia menambahkan, pihaknya dan tim forensik RSUP Sardjito akan berusaha semaksimal mungkin memberikan data akurat kepada korban.Menurut Slamet, proses identifikasi itu sendiri juga berjalan cukup rumit. Tim evakuasi sudah menjalankan tahapan dan terpaksa berhenti di level ketiga karena tidak ada data kesehatan tentang korban."Tahap pertama untuk mengumpulkan jenazah di TKP sudah kami lakukan. Tahap kedua membawa jenazah ketempat identifikasi, dalam hal ini RSUP Sardjito yang memiliki peralatan memadai juga sudah terlaksana. Namun banyak kendala kami temui saat akan melakukan proses identifikasi," tuturnya.Buruknya kondisi jenazah menjadi faktor utama yang menghambat pengenalan jenazah. Kondisi mayat yang sudah rusak dinilai tidak mencukupi untuk mengumpulkan data. Cara lain adalah dengan memanfaatkan data gigi."Sayangnya di Indonesia belum ada pengumpulan database gigi sehingga memudahkan kami untuk mencari info," lanjutnya.Sementara cara lain dengan mencari tahu data korban melalui aksesoris yang dipakai, seperti pakaian, dompet ataupun cincin dinilai kurang mendukung karena kondisi jenazah yang terbakar habis. "Bisa menggunakan barang-barang itu, namun harus dalam jumlah banyak. Semakin banyak dataterkumpul, maka semakin akurat," ungkap Slamet lagi.Hingga saat ini, dari 21 korban meninggal yang evakuasi ke RSUP Sardjito, baru empat yang bisa teridentifikasi. Sementara 17 jenazah lainnya masih akan terus dicari tahu identitasnya."Kami sangat berhati-hati melakukan hal ini agar data yang dikumpulkan bisa benar-benar akurat," ujarnya. (ian/ken)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait