Pejabat Paling Banyak Lakukan Kekerasan Pada Perempuan

Pejabat Paling Banyak Lakukan Kekerasan Pada Perempuan

- detikNews
Rabu, 07 Mar 2007 18:46 WIB
Jakarta - Kekerasan terhadap perempuan terus meningkat dibanding tahun sebelumnya. Untuk tahun 2006 saja tercatat 22.512 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Para pelaku tersebut kebanyakan dilakukan para pejabat publik dan negara, juga anak di bawah umur."Sejak November 2006, kita telah menyebarkan quesioner kepada 257 lembaga pemberi layanan, baik LSM maupun lembaga negara di 32 provinsi yang menangani 22.512 kasus kekerasan," kata Ketua Komnas Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Kamala Chandrakirana, dalam jumpa persnya di kantornya Jl. Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/3/2007).Menurut Kamala, data tersebut merupaka hasil survei yang dilakukan Komnas Perempuan dalam rangka menyambut Hari Perempuan Sedunia yang jatuh pada tanggal 8 Maret besok. Dari hasil survei sendiri disebutkan KDRT merupakan kasus terbanyak, yaitu 11.709 kasus atau 76 persen.Kekerasan di ranah komunitas sebanyak 5.240 kasus atau 23 persen dan kekerasan di ranah negara 43 kasus. Sedangkan kasus KDRT yang paling besar dilakukan oleh pejabat publik atau negara, seperti anggota TNI, Polri dan PNS, sekitar 557 kasus."Yang harus menjadi perhatian penting juga adalah KDRT yang justru dilakukan oleh anak di bawah umur atau di bawah 17 tahun, ini cukup besar, yaitu 449 kasus. Ini cukup memprihatinkan," jelas Kamala.Ditambahkan Kamala, sepanjang tahun 2006 sendiri kasus yang menimpa buruh imigran Indonesia juga meningkat, yaitu 1.259 kasus. Buruh imigran ini mengalami pelecehan seksual, ekploitasi seksual, disriminasi dan kekerasan lainnya.Begitu juga kekerasan yang dialami kaum perempuan di wilayah konflik dan bencana. Hal ini terjadi, lanjut Kamala, karena penanganan pengungsi tidak paham gender dan kebutuhan khusus perempuan pengungsi. Hal yang sama juga terjadi di Aceh, dengan adanya pemberlakuan syariat Islam, sepertipemberlakuan hukum cambuk dan praktik "kawin cina buta".Sementara menurut penelitia Universitas Atmajaya, Yustina Rostiawati, angka kekerasan terhadap perempuan di Indonesia memang cenderung meningkat tiap tahunnya. Di mana pada tahun 2004 tercatat 14.020 kasus, tahun 2005 tercatat 20.391 kasus.Yustina menjelaskan, berdasarkan wilayah kekerasat terhadap perempuan terbanyak terjadi di DKI Jakarta sekitar 7.020 kasus. Disusul kemudian wilayah Jawa Tengah sekitar 4.878 kasus, Jawa Timur sebanyak 1.886 kasus, Sumatera sebanyak 1.599 kasus, Kalimantan sebanyak 1.242 kasus danterakhir Jawa Barat sebanyak 1.142 kasus.Sedangkan untuk jenis kekerasan itu sendiri terdiri dari kekerasan ekonomi sebanyak 20 persen, kekerasam fisik 12 persen, kekerasan seksual 6 persen dan psikis 4 persen. (zal/ken)


Berita Terkait