Seskab Meralat: Korban Tewas Gempa Sumbar 52, Bukan 70
Rabu, 07 Mar 2007 15:03 WIB
Jakarta - Seskab Sudi Silalahi meralat jumlah resmi korban meninggal dunia musibah gempa bumi Sumatera Barat. Kemarin sore jumlahnya mencapai 70 jiwa, tapi saat ini berkurang 18 jiwa. "Sesuai komunikasi Presiden SBY dengan Gubernur Sumbar kemarin siang dan tadi pagi, maka dilaporkan jumlah terakhir korban meningal 52 orang. Sekaligus ini memperbaiki informarsi kemarin yang 70 orang," kata Sudi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (7/3/2007). Sudi mengakui informasi yang disampaikan Gubernur Sumbar pada Kepala Negara dan ia teruskan dalam keterangan pers kemarin sore kurang tepat. Simpang siur informasi ini dikarenakan tumpang tindih dalam pelaporan jumlah korban dari lapangan pada pihak Kepala Daerah. "Ada satu korban yang dilaporkan oleh dua-tiga sumber (berbeda) sehingga hasilnya seperti itu. Terakhir tadi pagi korban meninggal 52 tersebar di berbagai tempat terutama di Solok dan Tanah Datar," papar seskab. Meski dalam bentuk berbeda, ini bukan yang pertama pihak berwenang menyampaikan informasi tidak akurat tentang sebuah musibah. Kali pertama adalah saat diumumkannya telah ditemukannya bangkai dan penumpang pesawat Adam Air yang hilang di Sulawesi Barat pada awal tahun ini. Simpang siur informasi memang pasti akan terjadi dalam setiap musibah bencana. Maka dari itu lah pihak berwajib harus memastikan kebenaran setiap informasi yang ia terima sebelum menyampaikannya pada masyarakat, agar tidak menambah resah keluarga korban. Bila informasi resmi dari pemerintah setempat -- bahkan Istana Kepresidenan -- masih terus meragukan, siapa lagi sumber informasi yang bisa dipercaya?
(lh/nrl)











































