Mau Mendarat Kok Pesawatnya Masih Kencang
Rabu, 07 Mar 2007 13:30 WIB
Yogyakarta - Nunik Sufithri, pegawai Departemen Pekerjaan Umum, sangat bersyukur karena selamat dari kebakaran pesawat Garuda GA-200 di Bandara Adi Sucipto. Kenangan mengerikan pun melintas di ingatannya."Waktu diumumkan mau mendarat, pesawat itu masih kencang. Dan begitu sudah dekat daratan kok pesawatnya masih kencang," ujar Nunik ketika berbincang dengan detikcom, Rabu (7/3/2007).Lalu dia merasakan pesawat meluncur ke bawah. "Bunyi glodak gitu Mbak. Terus pesawat mendat-mendat, dan dari arah belakang ada yang teriak ada api," ujar Nunik yang saat itu duduk di kursi 9E.Perempuan itu mengaku pasrah. Namun dia dan rekannya, Rina, lalu keluar dari pesawat melalui pintu darurat. "Dari pintu pesawat kami loncat ke sayap baru turun ke sawah sambil teriak Allahu akbar," imbuhnya.Setelah itu Nunik dibawa orang-orang di sekitar tempat jatuhnya pesawat ke pos satpam. Dari tempat itulah, dia menyaksikan pesawat itu meledak."Saya lihat Mbak sampai meledak, saya sedih sekali ada teman dari kementerian perumahan rakyah (menpera) Dewi Riana yang meninggal. Dan sepertinya Pak Totok masih di pesawat itu," kisahnya dengan suara bergetar.Rencananya Nunik, Rina, dan Direktur Pengembangan Pemukiman Departemen Pekerjaan Umum (PU), Totok Priyanto akan melakukan sosialisasi pengembangan pemukiman di Yogyakarta. Acara dijadwalkan berlangsung di Gedung Ciptakarya Yogyakarta pukul 09.00 WIB."Tapi sekarang saya malah di Sardjito mencari teman saya," lanjutnya sambil terisak.
(nvt/ana)











































