Howard: Tak Ada Dugaan Terorisme dalam Kecelakaan Garuda
Rabu, 07 Mar 2007 13:02 WIB
Sydney - Pesawat Garuda terbakar di Yogyakarta, Perdana Menteri (PM) Australia John Howard langsung ikut berkomentar. Maklum, ada sekitar 10 warga Australia yang berada di dalam pesawat itu. Apakah kecelakaan pesawat itu karena tindak terorisme? Howard membantah dugaan itu. "Saya tidak menerima laporan dugaan apa pun tentang hal ini, kecuali ini hanya kecelakaan yang tragis," kata Howard dalam jumpa pers di Sydney, Australia, seperti dikutip AFP, Rabu (7/3/2007). Dugaan adanya unsur terorisme ini karena di dalam pesawat ada 10 warga Australia. Ke-10 warga Australia itu terdiri dari lima orang jurnalis dan lima orang staf yang mendampingi Menlu Alexander Downer dna Jaksa Agung Philip Ruddock dalam kunjungan tiga hari ke Indonesia. Agenda utama Downer ke Indonesia adalah menghadiri konferensi Anti Terorisme yang berakhir hari Selasa (6/3/2007) kemarin. "Saya tidak tahu penyebab kecelakaan pesawat itu. Saya hanya dapat mengatakan bahwa saya tidak menerima laporan mengenai adanya sabotase atau serangan teroris," ujar Howard. Howard telah meminta Kedubes Australia untuk membantu para warga Australia yang menjadi korban dan bersiap menerbangkan ke Australia bila mereka membutuhkan perawatan di negeri Kangguru itu. Sementara itu, kepada wartawan di Jakarta, Downer membeberkan data berbeda. Menurut dia, ada 9 warga Australia yang menjadi penumpang Garuda. Saat ini, lima warga Australia mengalami luka dan empat orang lainnya masih hilang. Kecelakaan pesawat Garuda ini menewaskan 49 orang.
(asy/ana)











































