ADVERTISEMENT

Digoyang Gempa, Jam Gadang Masih Tegak

- detikNews
Rabu, 07 Mar 2007 06:41 WIB
Bukit Tinggi - Jam Gadang yang berada di Bukit Tinggi, Sumatera Barat ikut diguncang gempa. Namun simbol kota Bukit Tinggi ini tetap berdiri kokoh tanpa keretakan sedikit pun. Jendela kacanya pun tidak ada yang pecah.Bangunan yang berada di pusat Pasar Atas, Bukit Tinggi, Sumbar ini menjadi saksi bisu dalam peristiwa gempa yang mengguncang Sumbar. Berdasarkan pantauan detikcom, pukul 05.30 WIB, Rabu (7/3/2007), jam tersebut mati dan masih menunjukkan pukul 12.57 WIB.Jam tersebut, menurut salah seorang warga, mati saat gempa susulan kedua pada pukul 12.52 WIB, Selasa 6 Maret 2007, kemarin. Landmark kebanggaan warga kota, yang bangunannya berbentuk segi empat dengan jam di masing-masing sisinya ini, terlihat belum juga diaktifkan."Jam itu tidak bisa aktif karena getaran gempa," ungkap satpam BRI, Doni Artono, yang berjaga di tempatnya bekerja, 50 meter dari jam tersebut. Padahal bangunan di sekitar Jam Gadang rusak akibat gempa misalnya saja gedung BRI dan sejumlah ruko.Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 oleh arsitek Yazin dan Sutan Gigi Ameh dengan biaya sekitar 3.000 gulden. Jam setinggi 26 meter ini merupakan hadiah Ratu Belanda pada Controleur (sekretaris kota) Bukit Tinggi di masa pemerintahan kolonial Belanda.

(nwk/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT