Ketika Dana Bantuan Gempa 'Dipinjam' Pak Kades

Ketika Dana Bantuan Gempa 'Dipinjam' Pak Kades

- detikNews
Selasa, 06 Mar 2007 16:00 WIB
Jakarta - Warga Desa Banyuurip, Bayat, Klaten, mendatangi kantor darurat Kadesnya. Maksud kedatangan adalah mempertanyakan dana bantuan yang seharusnya mereka terima dari Pemerintah untuk pembangunan rumah. Merasa terdesak massa, Pak Kades akhirnya mengaku bahwa uang itu dihutangnya.Puluhan warga itu adalah koorban gempa bumi yang melanda daerahnya Mei tahun lalu. Dalam daftar penerima bantuan dari Pemerintah untuk pembangunan rumah, tertulis dana Rp 6,5 juta untuk masing-masing KK. Namun yang mereka terima hanyanya Rp 4,5 juta.Merasa ada yang tidak beres mereka sepakat mendatangi Pak Kades di kantor daruratnya, Selasa (6/3/2007). Perdebatan sengit terjadi antara warga dengan Pak Kades dan perangkat desa setempat.Pak Kades, Sutarno Jarot, semula bersikukuh tidak mau menjelaskan keberadaan Rp 2 juta yang seharusnya menjadi hak masing-masing warga. Namun setelah terdesak akhirnya dia berinisiatif mengakhiri perdebatan dengan mengakui bahwa uang itu dipinjamnya dan akan segera dikembalikan.Tentu saja tak semudah itu warga menerima penjelasan itu. "Kami tidak akan begitu saja percaya, sebab waktu penyerahan dana bantuan itu dia (Kades) sama sekali tidak pernah mengatakan bahwa uang itu dipinjamnya. Sekarang ketika terpojok dia mengaku seperti itu," ujar Budi, warga setempat.Rupanya warga menengarai ada permainan. Pasalnya para perangkat desa dan beberapa kerabat Pak Kades yang rumahnya hanya mengalami kerusakan ringan memperoleh bantuan penuh. Padahal tidak sedikit warga menderita kerusakan rumah lebih parah tidak menerima bantuan. (mbr/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads