Korban Gempa Pilih Dirawat di Luar Gedung RS
Selasa, 06 Mar 2007 17:23 WIB
Jakarta - Korban gempa yang dirawat di RS Tentara, Solok, Sumatera Barat, memilih untuk dirawat di luar gedung rumah sakit. Mereka menolak dirawat di kamar-kamar RS itu karena khawatir akan terjadi gempa susulan."Pasien trauma, mereka langsung memilih pindah ke Lapangan Merdeka yang terletak di depan rumah sakit. Mereka tidak mau dirawat di dalam gedung RS," kata Bendahara RS Tentara Kapten Hanafi kepada detikcom, Selasa (6/3/2007).Untuk mengatasi masalah itu, pihak RS mendirikan tenda dan membawa peralatan medis ke Lapangan Merdeka. "Saat ini, kita belum membutuhkan tambahan bantuan. Semua kebutuhan masih bisa kita tangani," ujarnya.Hanafi menyebutkan, saat korban yang dibawa ke rumah sakit ini sekitar 37 orang luka-luka dan 14 orang tewas. "Kebanyakan korban mengalami luka-luka akibat tertimpa bangunan dan luka bakar," tutur Hanafi.Menurut Hanafi, 14 orang korban tewas itu saat ini sudah bisa diidentifikasi. Mereka adalah Reva (8 bulan), Marsis (52 tahun), Gea (5 tahun), Gadis (18 tahun), Rina (35 tahun), Nabil (3 tahun), bayi berusia 3 bulan, Upik (30 tahun), Lina (65 tahun), Ferry (29 tahun), Efrawati (25 tahun), Nurhayati (35 tahun), Baharuddin (70 tahun) dan Bayu (15 tahun).
(mar/nrl)











































