2 Bulan Lagi Nasib Tak Jelas, Korban Lapindo Niat Jadi Pengemis
Selasa, 06 Mar 2007 16:47 WIB
Jakarta -
Tuntutan pembayaran ganti rugi terhadap rumah dan tanah warga korban lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jatim, belum terealisasi. Bila dalam 2 bulan tuntutan tidak direspons, korban lumpur berniat menjadi pengemis dan menyerbu Istana Kepresidenan."Kalau dalam 2 bulan tidak ada hasil, kami akan turun ngemis di pinggir jalan dari Porong sampai Sidoarjo. Kami juga akan datang 1 gerbong ke Istana untuk demo," ujar koordinator warga korban lumpur Lapindo, Sunarko.Hal itu disampaikan Sunarko dalam audiensi antara anggota DPRD Sidoarjo, korban lumpur Lapindo dengan anggota Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/3/2007).Ditambahkan dia, penderitaan masyarakat sudah cukup parah, namun tidak ada kepastian pembayaran uang ganti rugi. Mereka pun mendesak Komisi VII untuk ikut mendorong pembayaran ganti rugi terhadap korban.Wakil DPRD Sidoarjo, Abdul Kholid, meminta pemerintah tidak diskriminasi dalam penanganan bencana. Dia menilai ada perbedaan penanganan banjir di Jakarta dengan lumpur Lapindo."Pemerintah mengesankan tindakan diskriminasi terhadap penanganan bencana. Dana berapa pun kalau yang minta Jakarta bisa langsung turun. Tapi untuk korban lumpur yang sudah menderita berbulan-bulan tidak diperhatikan," kata Kholid.Menanggapi hal itu Wakil Ketua Komisi VII Sutan Bhatoegana akan meminta pemerintah menalangi terlebih dahulu pembayaran ganti rugi korban lumpur Lapindo. Sebab kondisi para korban cukup memperihatinkan. Dia pun berjanji akan menyampaikan aspirasi korban kepada pemerintah."Bayar dulu mereka, karena mereka masih hidup. Persoalan ganti rugi nanti bisa diurus," tambah Sutan.
(nvt/umi)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































