SP Hotel Gran Melia Minta Manajemen Dipidanakan

SP Hotel Gran Melia Minta Manajemen Dipidanakan

- detikNews
Selasa, 06 Mar 2007 15:45 WIB
Jakarta - Serikat Pekerja (SP) Mandiri Hotel Gran Melia menuntut beberapa pimpinan perusahaan dikenakan hukuman penjara 5 tahun. Mereka dianggap melanggar hak pekerja."Sejak masuknya manajeman baru, bukan saja hubungan antara perusahaan dengan pekerja yang buruk, tapi juga sudah banyak hak-hak kami yang dilanggar," kata Sekretaris Umum SP Mandiri Hotel Gran Melia Odie Hudiyanto di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta, Jalan Prapatan, Jakarta, Selasa (6/3/2007).Odie menyatakan hal ini setelah pertemuan tripartit antara Disnaker DKI Jakarta, SP dan manajemen Hotel Gran Melia, gagal digelar karena manajemen tidak hadir.Kebijakan yang dilakukan manajemen hotel, kata Odie,telah melanggar UU 21/2000 tentang serikat pekerja dan serikat buruh dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Hotel Gran Melia tahun 2005-2007.Pelanggaran yang terjadi antara lain, dihilangkannya hak dana pensiun karyawan, kebijakan outsourcing perusahaan dan ditahannya dana SDM sebesar Rp 20 juta per bulan. Dana ini harusnya diberikan kepada karyawan setiap bulannya."Bahkan ketika serikat pekerja melakukan pertemuan di ruang serikat pekerja di Hotel Gran Melia tanggal 20 Februari kemarin, kami dibubarkan secara paksa oleh sekuriti perusahaan," beber Odie.Seharusnya hari ini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengagendakan klarifikasi atas surat dari SP Mandiri Hotel Gran Melia dengan mengundang manajemen perusahaan. Namun hingga siang ini, pihak perusahaan tidak hadir. Bahkan kabarnya pertemuan dibatalkan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.Pimpinan perusahaan yang diminta diproses hukum adalah GM Manuel Locher, Chief Security Aryanto, Direktur HRD Stefan Fenanlampir, dan Asisten Manager HRD Resmaya Abubakar.Manajemen baru Hotel Gran Melia mulai berjalan Agustus 2006. Sebelum pergantian pimpinan perusahaan, kata Odie, belum pernah ada kasus seperti ini. (umi/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads