Gempa Sumatera Juga Dirasakan di Johor Bahru Malaysia
Selasa, 06 Mar 2007 12:50 WIB
Jakarta - Gempa Sumatera yang berpusat di Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) juga dirasakan di Johor Bahru, Malaysia. Di wilayah yang berdekatan dengan Singapura ini, gempa dirasakan cukup kuat. Mardiyono, mahasiswa program master Fakultas Computer Science & Information System Universiti Teknologi Malaysia (UTM) yang berkedudukan di Johor Bahru menceritakan kisah gempa tersebut. Saat gempa berlangsung, Mardiyono sedang berada di ruang laboratorium. "Beberapa lama duduk membaca dan membuka jurnal dan email, saya merasakan kursi saya bergoyang dan kepala agak pening. Tetapi, karena hanya berlangsung kurang dari 1 detik, hal itu tidak saya hiraukan dan tidak mengira terjadi suatu gempa," kata Mardiyono dalam emailnya kepada detikcom, Selasa (6/3/2007). Tapi, Mardiyono baru mengetahui bahwa guncangan itu merupakan gempa setelah membaca detikcom. "Betapa terkejutnya saya membaca berita di detik.com bahwa di Sumbar terjadi gempa, saya baru tersadar bahwa pening dan goncangan yang saya alami tadi adalah gempa yang terjadi di Indonesia," kata dia.M Qomaruddin, mahasiswa Universiti Teknologi Malaysia lainnya, kepada detikcom juga menceritakan hal yang sama. Warga Semarang yang baru menuntut ilmu di Johor Bahru sekitar 1 tahun ini mengaku sangat terkejut dengan gempa itu. "Saya masih trauma dengan gempa di Yogya. Begitu gempa, saya langsung dekap anak-anak saya," ujar Qomaruddin yang saat gempa terjadi sedang bersama keluarganya di flat lantai 10 di dekat UTM Skudai Johor Bahru. Mohammad Irfan, WNI yang saat ini menjadi mahasiswa program Master Elektro UTM mengaku terkejut dengan gempa ini. Kepada detikcom, Irfan mengaku saat gempa terjadi sedang berada laboratorium Antena dan Komunikasi Radio yang berada di atas bukit yang juga merupakan salah satu lokasi tertinggi di Johor Bahru dan sekitarnya."Saya dan teman saya sempat kaget karena ini merupakan gempa pertama yang saya rasakan sejak 1 tahun terakhir. Gempa itu terasa kira-kira 15 detik. Saya yang sedang duduk di depan komputer dan merasa gempa itu cukup kuat. Lantai di laboratorium saya bergoyang-goyang dengan periode antar goyangan kira-kira 0.5 detik," kata dia.Rangga Yudhistira, warga Indonesia yang juga kuliah di Johor juga merasakan gempa yang sama. "Saya sedang berada di depan laptop saya dan tanpa saya sadari kursi tempat saya duduk bergoyang, saya pikir itu efek telat makan atau hanya perasaan saya saja, tetapi ternyata gempa," cerita Rangga kepada detikcom.
(asy/nrl)











































