Temukan Kebahagiaan Sempurna di Pohon Palem
Senin, 05 Mar 2007 17:12 WIB
Dhaka - Lelah mencari kebahagiaan yang tak kunjung didapat? Coba tirulah cara pria yang satu ini. Awalnya dia memang diolok-olok gila. Tapi ternyata kemudian banyak orang ingin menirunya.Tukang kayu yang bercita-cita menjadi penulis ini bernama Salim Hossen Gaus (25). Pria Bangladesh ini membuat kayu pijakan yang bisa dikatrol ke atas pohon palem setinggi 30 meter. Di atas pohon ada rumah kayu."Saya menghabiskan waktu minimal empat sampai lima jam di pohon itu. Kegiatan saya membaca dan menulis, mendengarkan burung-burung berkicau," ujarnya seperti dilansir AFP.Menurutnya, mengasingkan diri dari keramaian dan hiruk pikuk kehidupan sangatlah nyaman."Tidak ada orang mengganggu saya," kata penyuka karya penyair Inggris, Shakespeare, serta penyair Bengali, Rabindranath Tagore yang pernah meraih Nobel dalam bidang penyair.Gaus yang berdomisili di sebelah barat daya distrik Jessore ini bisa-bisa makan dan tidur di rumah pohon palemnya itu."Saya merasa menyatu dengan alam ketika saya berada di pohon, sambil menulis puisi saat rembulan bersinar atau melihat matahari terbit dan tenggelam," ujarnya.Warga desa setempat awalnya mencap Gaus sudah hilang akal. Namun belakangan malah ingin punya 'tempat persembunyian' serupa."Mereka biasanya menyebut saya gila, tapi banyak orang jadi antusias mengikuti jejak saya. Sekarang mereka malah minta dibuatkan rumah pohon," kata Gaus.Tertarik ikut jejak Gaus? Bagi warga Jakarta dan perkotaan, masalah pertama tentunya menemukan pohon kokoh di sekitar rumah.
(sss/nrl)











































