Massa Terus Blokir Jalan, Jalur Riau-Sumut Lumpuh Total

Massa Terus Blokir Jalan, Jalur Riau-Sumut Lumpuh Total

- detikNews
Senin, 05 Mar 2007 14:54 WIB
Pekanbaru - Aksi pemblokiran Jalan Lintas Sumatera (Jalintim) menghubugkan Riau dan Sumut terus berlangsung. Jumlah massa bertambah banyak. Mereka mendirikan tenda di badan jalan. Arus lalu lintas di Jalintim masih lumpuh total. Senin (5/3/2007) hingga pukul 14.40 WIB, lebih dari 2.000-an massa menghadang badan jalan dengan membakar ban bekas. Kini massa malah mendirikan tenda berukuran besar di Simpang Jengkol, Jl Hantuah Kota Duri, di Kabupaten Bengkalis. Akibatnya arus lalu lintas yang akan masuk dan keluar dari Pekanbaru lumpuh total. "Kami tetap akan memblokir jalan ini sampai Gubernur Riau Rusli Zainal datang ke kota Duri. Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan kami terhadap gubernur yang tidak mendukung aspirasi kami atas pemekaran Kubupaten Mandau," kata Ketua Presidium Pemebakaran Kabupaten Mandau, Fakhruddin saat dihubungi detikcom, Senin (5/3/2007). Bila gubernur tidak mengabulkan tuntutan ini, kata Fakhruddin, maka ribuan massa akan tetap memblokir Jalintim. Saat ini warga telah bersiap-siap untuk untuk menginap di badan jalan dengan cara mendirikan tenda di tengah badan jalan. "Aksi kami ini tidak anarkis. Kami tidak akan melakukan tindakan kriminal apa pun. Kami hanya memblokir jalan saja," kata Fakhruddin. Pemblokiran jalan itu dilakukan sejak pukul 09.00 WIB. Ini membuat antrean mobil dari dan akan ke Pekanbaru terpaksa tertahan di Duri. Antrean panjang sudah mencapai 5 km meter dari kedua arah.Pemprov Riau malah menuding aksi massa tersebut sudah termasuk anarkis. Hal itu ditegaskan, Juru Bicara Gubernur Riau, Surya Maulana saat dihubungi detikcom, Senin (5/3/2007) di Pekanbaru. Menurutnya, aksi pemblokoran Jalintim di Duri, merupakan tindakan yang sudah menyengsarakan banyak orang. Jalan tersebut bukanlah milik masyarakat yang pro terhadap pemekaran Kabupaten Mandau saja. "Aksi pemblokiran jalan itu sudah mengganggu ketentraman masyarakat secara menyeluruh. Sebab, jalan itu merupakan milik semua masyarakat Indonesia. Jadi kalau mereka menuntut gubernur untuk datang ke Duri, jelas ini tidak akan dilakukan," kata Surya. (ana/djo)


Berita Terkait