Foke Jadi Cagub DKI dari Golkar Secara Aklamasi
Senin, 05 Mar 2007 12:51 WIB
Jakarta - Meski ada 12 kandidat, namun konvensi cagub DKI Jakarta Partai Golkar malah memberikan suara secara aklamasi. Fauzi Bowo alias Foke yang sebelumnya memang sudah diunggulkan pun menang. 11 Kandidat lain gigit jari dengan suara nol.Dalam laporan hasil verifikasi proses penjaringan nama cagub DKI yang dibacakan Ketua Pansus Konvensi Agoest Zakaria, Foke yang kini masih menjabat sebagai wagub DKI Jakarta ini ditetapkan sebagai calon tunggal."Diputuskan Saudara Fauzi Bowo sebagai bakal calon tunggal gubernur DKI Jakarta 2007-2012 dari Golkar," ujar Agoest saat membacakan laporan hasil verifikasi cagub DKI yang disambut sambutan meriah dari para peserta konvensi.Laporan tersebut dibacakan Agoest dalam pembukaan konvensi cagub DKI Jakarta di kantor DPD PG DKI Jakarta, Jl Pegangsaan Barat No 4, Jakarta Pusat, Senin (5/3/2007).Dituturkan dia, terpilihnya Foke setelah tim Pilkada DKI Golkar mengadakan verifikasi, bahwa dari hasil pendaftaran yang diterima dan diverifikasi, maka yang memenuhi Juklak No 5/DPP/Golkar/IX/2005 dan berdasarkan surat DPP PG No R/I/2007 dengan spesifikasi rahasia perihal hasil penelitian Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan faktor menguasai Jakarta teruji kepemimpinannya.Selesai pembacaan, secara aklamasi seluruh peserta yang hadir menyetujui penetapan Foke sebagai calon tunggal. Dengan demikian, praktis Foke yang sebelumnya diunggulkan dapat dipastikan menjadi cagub resmi PG dan akan bertarung dalam pilkada bulan Agustus 2007 mendatang.Saat pembacaan laporan tersebut, beberapa pengurus DPP PG terlihat hadir, antara lain Ketua Korwil V DPP PG Muladi dan Ketua Tim Pilkada Pusat DKI Andi Matalatta.Namun demikian, tidak ada satu pun dari kandidat lain yang hadir dalam kovensi. Meski sebelumnya dikabarkan beberapa nama yang bakal mengikuti kovensi adalah pengusaha HM Tahir, mantan pegawai Pemda DKI Jakarta Sunarsono, rektor Universitas Indonusa Esa Unggul Komala Motik Abdul Ghafur, dosen UI Dasman Jamaludin, mantan Kasdam Jaya Asril Tanjung, mantan Danpuspom Mayjen TNI Purn Djasri Marin, mantan Pangdam DKI Jakarta Mayjen TNI Purn Slamet Kirbiyantoro, dan mantan jurkamnas Golkar era Orba Mahfudz Djaelani.
(rmd/sss)











































