Kwee Siong Wey, Pengusaha Nekat Jadi Cagub Gara-gara Macet
Senin, 05 Mar 2007 10:32 WIB
Jakarta - Pilkada DKI Jakarta tidak hanya monopoli kaum politisi. Ajang pemilihan gubernur secara langsung yang pertama di DKI itu ternyata juga merangsang orang-orang yang tidak pernah terjun dunia politik untuk ikut berkecimpung.Misalnya saja Kwee Siong Wey (46), pengusaha distributor pelumas asal Palembang yang ikut dalam konvensi cagub DKI dari Partai Golkar.Pengusaha yang sudah menggeluti bidangnya selama 20 tahun ini mengatakan niatnya menjadi orang nomor satu di DKI karena kesal dengan kemacetan lalu lintas di Ibukota."Coba bayangkan, saya terjebak macet saat pulang kerja sampai 6 jam. Dari pukul 18.00 WIB, sampai rumah pukul 00.00 WIB. Itu dua tahun lalu. Sekarang macetnya lebih parah. Makanya sejak itu saya bertekad mau jadi gubernur, biar kemacetan di Jakarta hilang," ujar pengusaha Tionghoa ini saat dihubungi detikcom, Senin (5/3/2007).Wey yang menjadi pimpinan di tempatnya bekerja, CV Karunia Tunggal Buana mengaku akibat kemacetan yang luar biasa, usahanya mendistribusikan pelumas ke sejumlah pelanggannya seringkali terganggu.Untuk maju menjadi cagub, Wey mengatakan dirinya tidak bermodalkan apapun, kecuali semangat untuk membenahi Jakarta. Wey yakin jika dirinya mampu membenahi persoalan Jakarta yang kompleks ibarat benang kusut."Memang persoalan Jakarta itu bukan cuma kemacetan. Tapi banyak persoalan lain, seperti kemiskinan, pengangguran, polusi dan lain-lain. Tapi utamanya kemacetan. Karena kalau tiap pagi dan sore jalan-jalan di Jakarta macet terus, banyak aktivitas pembangunan yang bisa terhambat," kata Wey.Namun ayah beranak tiga ini tidak didukung keluarganya. Alasannya, istri dan orangtua Wey tidak setuju terhadap niatnya ikut terjun dalam dunia politik melalui konvensi."Kata istri saya, buat apa sih ikut-ikutan gituan," imbuh pengusaha yang hanya lulus SLTA ini mengutip istrinya.Namun demikian, Wey tetap tak patah arang untuk tetap ikut konvensi. Wey optimistis jika dirinya dapat meraih suara dalam konvensi nanti."Saya akan tetap maju. Saya tidak punya uang. Tapi saya yakin dapat meraup suara di konvensi nanti," tandas pria yang suka menggunakan mobil pick up untuk mengantarkan barang perusahaannya ini.
(rmd/sss)











































