SBY: Jangan Bohongi Rakyat dan Minta Maaf
Minggu, 04 Mar 2007 17:14 WIB
Jakarta - Komunikasi politik yang baik adalah investasi bagi hubungan karir politik setiap kader papol. Kombinasi politik yang baik menurut Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), adalah jujur pada rakyat, menghindari caci maki, dan menjalin hubungan baik dengan pers."Perbaiki hubungan dengan pers. Pers adalah kawan seperjuangan," pesan SBY dalam sambutannya di hadapan peserta Silaturahmi Anggota Legislatif Partai Demokrat di Hotel Sahid, Jl Sudirman, Jakarta, Minggu (4/3/2007).Menurut SBY, sejumlah media massa memang mempunyai cara penyampaian berita yang berbeda. Itu menjadi ciri khas masing-masing. Namun tak jarang juga membuat permasalahan yang diangkat menjadi bias."Pers punya gayanya masing-masing. Tapi kalau dijelaskan dengan baik, pers tentunya akan menyampaikan pada masyarakat," sambung SBY.Ia berpesan, pernyataan yang disampaikan pada masyarakat melalui pers itu pun harus bukan berupa retorika. Melainkan berdasarkan fakta lapangan, berbesar hati mengakui kesalahan, dan berani meminta maaf."Saya tidak suka menyampaikan hal-hal yang tidak ada. Jangan bohongi rakyat. Katakan apa yang belum tercapai dan minta maaf," kata SBY.Hubungan yang baik juga harus dijalin dengan kalangan eksekutif, tanpa membedakan asal parpol yang menjadi afiliasi kepala daerah yang bersangkutan. Kritik yang disampaikan harus dalam bahasa yang santun dan disertai dengan usulan jalan keluar. Tidak dengan caci maki."Itu tabungan Saudara-saudara. Rakyat akan menilai, 'oh, anggota legislatif yang ini, menyampaikan kritiknya enak, dan ada solusinya, saya ingin nanti dia terpilih lagi'. Ini yang membedakan anggota legislatif Partai Demokrat dengan legislatif di belahan bumi mana pun. Biarkan rakyat menilai," ujar SBY.
(fiq/nrl)











































