Sofyan Djalil Masih Pikir-pikir Somasi Republik Mimpi
Minggu, 04 Mar 2007 06:52 WIB
Jakarta - Republik Mimpi terancam disomasi Menkominfo Sofyan Djalil. Namun kapan somasi dilayangkan masih belum dapat dipastikan. Sebab Sofyan masih mempelajari plus minus tayangan yang tampil di Metro TV itu."Masih dipelajari juga. Kalaupun saya menyomasi itu atas nama Sofyan Djalil sebagai warga negara, dan bukan menkominfo," cetus Sofyan dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (3/3/2007).Pria asal Aceh ini menambahkan somasi bukanlah melarang, namun meminta hak jawab. Ditambahkan dia, Republik Mimpi yang terkemas dalam newsdotcom itu sudah termasuk kategori mengolok-olok."Parodi dan mengolok-olok itu berbeda. Yang disuguhkan itu pengulangan hal yang sama dan sistematik. Dan masyarakat kita masih belum cukup well educated untuk itu. Seharusnya yang namanya lembaga kepresidenan itu kan bisa menimbulkan harapan," terangnya.Menurutnya, masyarakat Indonesia masih sangat hierarkhis. Karenanya lembaga kepresidenan, bahkan hingga kepala desa menjadi inspirasi warga. "Kalau parodi sekali-kali sih oke, tapi kalau terus-terusan apa tidak mendiskreditkan," imbuhnya.
(nvt/nvt)











































