Gerhana Bulan, Mitos & Science
Minggu, 04 Mar 2007 01:55 WIB
Jakarta - Fenomena alam gerhana bulan akan terjadi. Khususnya di bagian barat Indonesia, gerhana bulan total bisa disaksikan dengan mata telanjang, asalkan langit cerah.Data Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menunjukkan gerhana bulan akan terjadi pada Minggu (4/3/2007). Gerhana mulai pukul 04.30.0 WIB, gerhana total mulai pukul 05.43.8 WIB. Pertengahan gerhana pada pukul 06.20.9 WIB, akhir gerhana total pada pukul 06.58.0 WIB, dan gerhana berakhir pada pukul 08.11.7 WIB.Meski gerhana bulan adalah fenomena alam yang lumrah, namun ada saja mitos tentangnya. Ada cerita yang diceritakan secara turun temurun dari orang tua kepada anaknya.Mitos yang berkembang saat gerhana bulan terjadi adalah adanya raksasa yang mencoba memakan bulan. Saat peristiwa itu berlangsung, ada pula masyarakat yang mengalunkan tumbukan alu dan lesung. Suara ini konon bisa membuat sang raksasa takut.Penduduk Tahiti percaya bahwa matahari dan bulan adalah sepasang kekasih. Sehingga apabila keduanya berdekatan, maka akan terjadi gerhana.Bahkan ada yang mengartikan gerhana adalah pertanda tertentu, seperti kematian dan kelahiran. Lalu kepercayaan semacam itu berlaku turun temurun dan membudaya.Namun, dengan berkembangnya waktu, fenomena alam gerhana tak lagi dijelaskan dengan mitos. Science atau ilmu pengetahuan lah yang lantas menyibak tirai mitos di masyarakat.Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama. Karena itu sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi bumi.Pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap. Namun bisa juga berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.Umat muslim biasanya melaksanakan salat gerhana pada saat fenomena alam gerhana bulan atau matahari terjadi.Namun karena gerhana adalah peristiwa alam yang biasa, maka banyak juga orang yang tidak memperhatikan. Apalagi karena terjadi pada malam hingga dini hari, masih banyak yang terlelap dan lebih memilih meringkuk di bawah selimut hangat.
(nvt/nvt)











































