SBY Gampang Ditebak, Pembantu Tak Boleh Singgung Reshuffle

SBY Gampang Ditebak, Pembantu Tak Boleh Singgung Reshuffle

- detikNews
Sabtu, 03 Mar 2007 18:09 WIB
Jakarta - Hembusan angin reshuffle terus bertiup. Langkah Presiden SBY dikatakan gampang ditebak. Namun para pembantu SBY tidak boleh menyinggung hal tersebut."Gampang menebak presiden, karena selalu sesuai hukum yang berlaku. Soal reshuffle, itu urusan presiden," kata staf khusus presiden bidang hukum Sardan Marbun.Hal ini disampaikan dia usai diskusi bertajuk "Reformasi lembaga peradilan" di Timebreak Cafe, Plaza Semanggi, Jakarta, Sabtu (3/3/2007). Berikut petikan wawancaranya:Pernah terdengar bisik-bisik reshuffle dari SBY?Presiden pernah bilang: sedikit pun itu urusan saya. Jadi kita tidak boleh menyinggung hal itu. Itu urusan presiden. Presiden cukup paham dan mengetahui perlu tidaknya reshuffle.Kita pembantunya sedikit pun tidak pernah dengar dan tidak ada indikasi untuk bicara reshuffle.Reshuffle bulan Maret ini yah?Saya baru dengar itu bulan Maret, sedikit pun tidak ada indikasi yang saya dengar.Kinerja Mensesneg Yusril Ihza Mahendra bakal dievaluasi?Menyangkut evaluasi kinerja menteri, semua dievaluasi oleh presiden di dalam sidang kabinet. Tidak hanya Pak Yusril, tapi semuanya.Evaluasi terhadap Yusril karena kasus penunjukan langsung alat sidik jari Depkumdang tahun 2004 (kini Depkum HAM)?Penilaian evaluasi tidak hanya yang terakhir, tapi secara menyeluruh.Jika Yusril terbukti terlibat, mengingat saat itu menjabat menkumdang?Setelah jadi terdakwa dan dinonaktifkan, kalau salah apalagi, seperti gubernur Aceh yang dulu. Setelah nonaktif, langsung tidak menjabat lagi.Jadi kalau sampai nanti diputuskan Yusril bersalah, baru di-reshuffle. Jadi gampang menebak presiden, karena sesuai hukum yang berlaku.Burung-burung di sana sini tidak layak didengar. Jangan dengar kanan kiri. Sesuai aturan yang berlaku saja, dan presiden memang menganut sistem. (sss/umi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads