Pedagang dan Tukang Ojek Masih Takut ke Pelabuhan Ambon
Sabtu, 03 Mar 2007 13:05 WIB
Ambon -
Usai ledakan bom suasana di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon terlihat sepi dari pedagang. Dari pantauan detikcom, hanya 3 pedagang asongan yang menjajakan dagangannya. Padahal biasanya, pelabuhan itu dipenuhi puluhan bahkan ratusan pedagang.Tukang ojek juga masih takut untuk memarkir motornya di pelabuhan. Tercatat hanya 9 tukang ojek yang parkir di luar pintu keluar penumpang pelabuhan. Biasanya puluhan ojek sudah antre di pintu ini.Salah seorang pedagang, Siti (52), mengaku awalnya diia masih ragu kembali berdagang. Namun setelah polisi datang dan mengamankan pelabuhan, ibu yang baru berjualan selama 2 bulan ini menggelar dagangannya."Saat ledakan saya mau keluar dari pelabuhan karena takut, tapi diperintahkan oleh polisi untuk tetap tenang di tempat. Saya diminta jangan panik," ujarnya. Pandi (35) tukang ojek 35 tahun, juga menyatakan saat ledakan terjadi dia sempat kabur dari pelabuhan karena takut. "Tapi setelah kondisi aman saya langsung kembali lagi. Beberapa teman saya masih takut untuk masuk ke pelabuhan," ujarnya.Gara-gara bom, KM Bukit Siguntang terlambat berlayar selama 2 jam. Kapal itu harusnya berangkat dari Pelabuhan Yos Sudarso pukul 12.00 WIT, namun mundur jadi pukul 14.15 WIT.Sementara itu sekitar 2 jam lagi KM Pelni Kelimutu akan merapat di Pelabuhan Yos Sudarso. Sekitar 12 penumpang sudah menunggu kedatangan kapal yang rencananya baru berlabuh pukul 17.00 WIT. Kapal akan berangkat dari Ambon menuju Bau Bau pada pukul 23.00 WIT.Petugas pelabuhan PT Pelni, Kamal Rishonda, mengatakan, saat ledakan terjadi pintu gerbang keluar penumpang sudah terbuka. Jika pintu itu dalam keadaan tertutup pasti akan timbul lebih banyak korban. "Pasti akan jatuh korban yang banyak," ujarnya.Saat ini lokasi ledakan bom hanya dijaga 2 orang anggota polisi. Sedangkan areal ledakan dipasangi police line.
(ddn/umi)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































