Kepala Murid SD Pecah Dipukul Guru di Ambon
Jumat, 02 Mar 2007 19:01 WIB
Ambon - Hanya gara-gara tidak masuk sekolah, Izac Corputty (9), siswa SD Inpres Desa Rumakay, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), mengalami nasib naas. Kepalanya pecah mengeluarkan darah, belakang badannya bengkak-bengkak, sekujur kaki dan tangannya merah-merah karena dianiaya gurunya. Elizabeth (40), ibunda Izac, mengatakan putra sulungnya ini memang hampir 1 bulan tak masuk sekolah. Namun hal itu bukan karena Izac malas, tetapi karena sakit malaria.Saat masuk sekolah, kata Elizabeth, Izac yang kini duduk di kelas III, tiba-tiba pulang dan merintih kesakitan. Saat ditanya, Izac enggan mengungkapkan apa yang terjadi pada dirinya. "Tapi setelah saya paksa, dia cerita habis dipukul ibu gurunya dengan sapu ijuk. Kepala dia juga dibenturkan ke dinding," tutur Elizabeth kepada detikcom di rumahnya, di Desa Rumakay, Jumat (2/3/2007). Dia selanjutnya melaporkan peristiwa ini ke Polres SBB. Pada hari ini juga sang guru, Ineke Wairata (47), langsung diciduk polisi. Inneke kini mendekam di tahanan Polres SBB. "Kami menahan gurunya, karena dari pengakuan sejumlah saksi, terbukti sang anak dianiaya hingga memar dan kepala pecah," ujar Kapolres SBB, AKBP Didik Widjanarko.Widjanarko juga membenarkan alasan perbuatan sadis guru itu hanya masalah sepele, yakni Izac tidak masuk sekolah. Izac sendiri saat ini dirawat di Puskesmas Kairatu SBB.
(djo/djo)











































