detikPolling
Yusril Tak Seronok Laporkan Ruki
Jumat, 02 Mar 2007 16:22 WIB
Jakarta - Mensesneg Yusril Ihza Mahendra memperkarakan Ketua KPK Taufiequrrachman Ruki sehari setelah dirinya diperiksa KPK. Hasil detikPolling menganggap tindakan Yusril tidaklah seronok.Polling dibuka pada 19 Februari 2007. Pertanyaan yang muncul adalah: Gara-gara diperiksa KPK, Mensesneg Yusril Ihza Mahendra melaporkan Ketua KPK Taufiequrrachman Ruki. Tepatkah tindakan Yusril?. Ada dua jawaban yang bisa dipilih, yakni "tepat" dan "tidak tepat".Hasil polling hingga Jumat (2/3/2007) pukul 16.16 WIB, 5.086 suara telah masuk. Dari total responden, 3.633 suara (71,43%) memilih tidak tepat. Sementara 1.452 suara (28,55%) memilih tepat. Selisihnya 42,88 persen.Yusril mendapat banyak kecaman terkait tindakannya melaporkan Ruki yang dituding melakukan penunjukan langsung tanpa tender pembelian alat penyadapan telepon pada 2005 lalu.Bahkan Yusril dinilai melawan Presiden SBY. Sebab, Ruki melakukan penunjukan langsung pengadaan alat penyadapan telepon berdasarkan izin Presiden SBY sesuai rekomendasi Yusril.Yusril mempermasalahkan Ruki setelah dirinya diperiksa dalam kasus penunjukan langsung proyek pengadaan alat sidik jari otomatis (AFIS) di Depkumdang tahun 2004 (kini Depkum HAM) senilai Rp 18,48 miliar. Negara diperkirakan rugi senilai Rp 6 miliar. Yusril saat itu menjabat Menkumdang.Kisruh Yusril-Ruki akhirnya ditengahi SBY. Keduanya dipanggil dalam rapat kabinet terbatas untuk didamaikan. Kali ini langkah Ruki yang dinilai tidak elok lantaran sebagai ketua lembaga independen ikut-ikutan rapat pemerintahan.Meski agak berhasil memberi kesan sudah akur, namun baik Yusril maupun Ruki sama-sama bersikukuh proses hukum tetap berlanjut. Perkembangan terakhir, Sekjen Depkum HAM Zulkarnaen Yunus ditahan KPK dan dititipkan di Rutan Mabes Polri.Meski demikian polling ini tidak bersifat ilmiah dan hanya mencerminkan opini para pembaca detikcom yang berpartisipasi dalam detikPolling.
(sss/asy)











































