Ayam Mati di Kompleks TNI AU
Jumat, 02 Mar 2007 15:46 WIB
Jakarta - Kompleks TNI AU di Kelurahan Husein Sastranegara geger karena ditemukan 17 ayam buras yang mati mendadak tiga hari terakhir. Dari sampel 3 unggas yang diperiksa, hasilnya ayam-ayam itu positif terkena virus flu burung.Dengan ditemukannya ayam buras yang mati terkena virus flu burung tersebut, maka tim dari Dinas Pertanian Kota Bandung, Jumat siang (2/3/2007), melakukan depopulasi terbatas dan vaksinasi.Berdasarkan data dari peternakan Kota Bandung yang diperlihatkan salah seorang petugas kepada detikcom, pada Selasa lalu ada tiga ayam yang mati mendadak milik salah satu penghuni kompleks. Lalu pada Kamis (1/3/2007) ada enam ayam yang mati lagi. Hari ini, ada delapan bangkai ayam yang didepopulasi. Sehingga total menjadi 17 ekor."Dari pemeriksaan ayam yang mati hari kamis, tiga positif flu burung. Untuk itu, kami akan lakukan depopulasi terbatas," ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan Dinas Pertanian Kota Bandung, Sudarmadji, di sela-sela depopulasi di Kompleks Sukaraja I Rt 04/01 Kel Husein Sastranegara Kec Cicendo, Jumat (2/3/2007).Depopulasi terbatas itu hanya dilakukan di lokasi tempat ayam itu mati. Sementara selebihnya akan divaksinasi. Ketika ditanya berapa jumlah unggas yang akan divaksinasi, dia hanya mengatakan jumlahnya puluhan.Awalnya saat detikcom ke lokasi, belasan penghuni yang semuanya berasal dari persnel TNI AU menghindar saat akan dimintai konfirmasi. Saat itu hampir semuanya memakai pakaian dinas.Malah ada salah seorang di antara mereka yang menghampiri wartawan dan melarang untuk meliput. Ketika ditanyakan alasannya, perwira menengah itu tidak bisa menjawab dan tidak melarang lagi. Rata-rata setiap rumah yang didatangi detikcom, penghuninya mengaku tidak memelihara unggas, baik ayam maupun burung. Menurut Ibu Slamet, di kompleksnya memang banyak ayam liar."Wah tidak tahu Dik, soalnya banyak ayam liar. Dulu saya pernah punya tujuh burung perkutut, tapi setelah ramai berita flu burung awal tahun ini, saya langsung berikan pada orang," katanya.Sementara itu menurut RT setempat, Giarto, memang sulit untuk mengetahui ayam yang mati itu milik siapa. "Orang-orang sini kalau ada ayam yang mati pada engga mau ngaku. Tapi kalau ayamnya sehat, berebut saling mengakui," ujarnya.Menurut dia, saat ditemukan ayam mati yang positif flu burung pada Kamis, Kepala Lanud Husein Kolonel Penerbang Dwi Jatmiko langsung membuat surat edaran hari itu juga kepada penghuni komplek untuk menyerahkan unggasnya agar dimusnahkan."Tapi kemarin ada pemilik itik yang malah memotongnya dan banyak juga burung yang malah dititipkan ke saudara di luar komplek. Padahal Danlanud meminta agar unggas tidak boleh ada yang keluar komplek," katanya. Menurut dia, rata-rata penghuni komplek mempunyai burung dan ayam. Burungnya pun rata-rata harganya cukup mahal. Sehingga, wajar jika mereka merasa sayang terhadap burung peliharaannya.
(ern/asy)











































