Fokker Tak Pernah Diejek

Laporan dari Den Haag

Fokker Tak Pernah Diejek

- detikNews
Jumat, 02 Mar 2007 12:19 WIB
Fokker Tak Pernah Diejek
Den Haag - Jika suatu bangsa sudah menguasai teknologi pesawat, maka teknologi angkasa luar tinggal selangkah. Catatan ini bisa menjadi ratapan ulang PTDI Bandung.Berkat Fokker, anak petani kopi di Kediri, Belanda mengalami lompatan teknologi yang luarbiasa. Setelah menelurkan berbagai tipe pesawat militer dan sipil, melalui Fokker Dirgantara teknologi angkasa luar mulai dijejak. Bangsa Indonesia seyogyanya bisa memperlakukan PTDI Bandung sebagaimana bangsa Belanda membanggakan Fokker. Sebab memang tidak banyak bangsa yang mampu merekayasa dan mengembangkan teknologi dirgantara, selain nilai strategis teknologinya ke depan, termasuk untuk tujuan-tujuan pertahanan.Dari awal bangsa Belanda tidak pernah mengejek Fokker sebagaimana bangsa Indonesia mengejek PTDI dengan "pabrik panci". Ketika Fokker baru bisa membuat pesawat sederhana tipe De Spin (Laba-laba), tidak pernah ada ejekan ke arah Fokker misalnya "Ah, tidak secanggih Zeppelin" atau "Ah, kampungan buatan anak Kediri." Bahkan 'teknologi' klompen (bakiak Belanda) pun mereka bangga, sebagaimana orang Aceh bangga dengan rencongnya.Begitu teknologi kedirgantaraan cukup mapan, proyek pertama angkasa luar adalah membuat satelit, dikenal dengan nama Astronomische Nederlandse Satelliet/ANS (Satelit Astronomi Belanda). Studi awal proyek ini dilakukan di 1968. Satelit ini resmi diluncurkan pada 30/8/1974 dan sukses.Kesuksesan itu memicu semangat untuk merancang proyek satelit berikutnya InfraRood Astronomische Satelliet/IRAS (Satelit Astronomi Inframerah). Dunia industri Belanda selain Fokker mulai terlibat. AS dan Inggris akhirnya tertarik dan ikut proyek satelit IRAS yang berhasil diluncurkan pada Januari 1983.Fokker terus berkembang di area luar angkasa, terutama spesialis dalam bidang struktur, termis, dan panel surya untuk satelit. Perusahaan ini terlibat dalam seluruh proyek roket prestisius Eropa, yakni Ariane 1 hingga Ariane 5.Tidak hanya itu. Fokker juga ikut berperan dalam pembangunan International Space Station (ISS), dengan mengembangkan Lengan Robot Otonom (ERA), yang berguna untuk pekerjaan di luar stasiun luar angkasa tersebut.Fokker Dirgantara terus berkembang dan menjadi unit usaha yang mandiri. Namanya diubah menjadi Fokker Space & Systems (FSS), kemudian Fokker Space (FS), lalu menjadi Dutch Space (DS) hingga kini. (es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads