KPI Diminta Sikapi Republik Mimpi

KPI Diminta Sikapi Republik Mimpi

- detikNews
Kamis, 01 Mar 2007 21:08 WIB
Jakarta - Rencana Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Sofyan Djalil menyomasi acara Republik Mimpi di Metro TV disambut baik Ketua Partai Reformasi Tionghoa Indonesia (Parti) Lius Sungkharisma. Lius mengatakan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) juga perlu mengambil sikap."Oh bagus dong. Memang banyak yang mendukung soalnya sudah gregetan. Mudah-mudahan diikuti langkah-langkah oleh KPI," ujar Lius saat dihubungi detikcom, Kamis (1/3/2007).Lius berharap KPI mengambil sikap sama saat menghentikan tayangan Smack Down. Republik Mimpi jangan dibiarkan tayang karena menurut Lius akan membawa pengaruh buruk pada bangsa."Dari agama apapun tidak mentolerir mengolok-olok orang tua. Reformasi bukan berarti segalanya boleh dilakukan," cetusnya.Pekan lalu Lius menyatakan pihaknya sudah mengajukan somasi dan memberi tenggat waktu sampai tanggal 9 Maret 2007 kepada Metro TV. "Bila tidak ada tanggapan resmi dari Metro TV maka kita akan ambil langkah lebih lanjut," ungkapnya.Namun dia tidak menjelaskan langkah lanjutan apa yang dimaksudnya. "Kita masih pikir dulu. Kita juga tunggu sikap dari KPI," katanya diplomatis.Lius menyayangkan acara Republik Mimpi yang dinilainya bisa digolongkan sebagai upaya pembunuhan karakter. "Skenario jawabannya dibuat lucu, sepertinya presiden kita itu bodoh. Hal itu kan termasuk upaya pembunuhan karakter," ujarnya.Dia menyarankan, sebaiknya acara parodi politik itu dibuat dengan menghadirkan pihak yang terkait untuk menjawab kritikan. "Saya setuju dengan kritik yang dilontarkan, tapi caranya bukan dengan mentertawakan kekurangan tokoh-tokoh negara itu," tandas Lius. (gah/bal)


Berita Terkait