Korban Arisan Motor dan Mobil Masih Tunggu Bos Al Hasya

Korban Arisan Motor dan Mobil Masih Tunggu Bos Al Hasya

- detikNews
Kamis, 01 Mar 2007 14:15 WIB
Yogyakarta - Bos Al Hasya Raya Mandiri, Rahmadi Heru Setianyo (57) tidak juga muncul. Ratusan nasabah yang sudah dua hari menyatroni rumahnya hanya bisa gigit jari.Sampai hari ini, Kamis (1/3/2007), puluhan nasabah masih datang silih berganti ke kantor Al Hasya Raya Mandiri di Kampung Karangwaru Lor TR II/226 Yogyakarta. Namun tidak ada satu pun orang yang bisa ditemui. Kantor yayasan pengelola arisan kendaraan bermotor itu kosong melompong.Para nasabah yang menjadi korban Al Hasya hanya menemukan pengumuman di papan tulis triplek warna hitam. Pengumuman itu meminta agar para konsumen menyiapkan tanda bukti notaris atau kuitansi untuk pencairan uang. Namun hingga batas waktu yang dijanjikan, hal tersebut tidak terbukti."Saya kemarin sore sudah menunggu hingga Kamis dinihari pukul 01.00 WIB, tapi Pak Heru tidak datang sampai hari ini," kata Abdul Hadi (60) warga JetisKota Yogyakarta kepada detikcom.Beberapa nasabah juga sudah mencari informasi di Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tempat Heru dulu bekerja. Namun diperoleh keterengan, Heru sudah tidak aktif mengajar. Heru juga tidak terlihat di rumah orangtuanya di Solo maupun di rumah mertuanya di Ungaran Semarang. "Kami sudah mencari kemana-mana tidak pernah ketemu. Padahal sebelumnya sering berada di kantor-kantor perusahaan leasing motor dan mobil, sekarang tidakpernah nongol lagi," katanya.Menurut Abdul Hadi, selain Heru sebenarnya masih ada satu orang yang bisa dimintai tanggungjawab yakni direktur operasional Al Hasya Raya Mandiri, Doni S (30). Namun saat didatangi Doni mengatakan tidak bisa berbuat apa-apa karena semua perputaran uang dipegang Heru. Doni mengaku hanya dijadikan sebagai direktur boneka saja. Rumahnya yang berada di depan rumah Heru di Karangwaru juga terancam di sita bank karena sertifikatnya dijadikan agunan di bank oleh Heru. "Doni juga tak berani berada di rumah karena terus ditagih bank sebesar Rp 400 juta," kata Abdul Hadi sambil menunjuk rumah tembok yang tertutup rapat itu.Abdul menginginkan uangnya Rp 60 juta segera kembali. Sebab saat ini dia dikejar-kejar perusahaan leasing mobil akibat uang cicilan mobil Toyota Avanzanya selama 3 bulan tidak dibayarkan Heru. "Mobil akan ditarik oleh leasing. Tapi uang saya sekitar Rp 13,5 juta yang ada di tangan Pak Heru juga harus kembali dulu," kata Abdul yang sehari-harinya menjadi seorang dosen di sebuah PTS di Yogyakarta itu. (bgs/djo)


Berita Terkait