Kunyah Permen Karet Tak Bikin Gigi Bolong
Kamis, 01 Mar 2007 12:38 WIB
Jakarta - Nyam...nyam... Mengunyah permen karet memang asyik. Meski manis, namun mengunyah permen karet terbukti tidak membuat gigi berlubang, asalkan mengandung xylitol.Karena itu, sebelum mengunyah permen karet lihat dulu komposisinya. Bila ditemukan unsur xylitol di dalamnya, gigi Anda dijamin aman."Xylitol adalah pemanis alami karena asalnya dari serat buah, sayuran, dan kayu pohon white birch," ujar guru besar kedokteran gigi Universitas Turku Finlandia Prof Dr Kauko K Maikinen.Hal itu disampaikan Kauko dalam keterangan pers tentang uji klinis xylitol di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (1/3/2007).Di Finlandia telah digelar studi pemakaian xylitol yang dilakukan pada anak-anak dan orang dewasa. Studi itu menyimpulkan bahwa konsumsi xylitol secara rutin efektif mencegah gigi berlubang.Xylitol adalah pemanis alami dengan kandungan 40% kalori lebih rendah dibanding gula pasir. Karena itu zat ini aman bagi penderita diabetes dan ibu hamil. Badan Pangan PBB (FAO), Badan Kesehatan PBB (WHO), dan badan obat dan makanan AS pun menyatakan unsur ini sebagai pemanis yang aman.Pemanis ini bahkan menstimulasi mekanisme penyembuhan gigi. Bahkan xylitol potensial untuk pencegahan osteoporosis. Sebab zat ini tidak memproduksi asam dan justru membentuk berbagai ikatan kompleks dengan kalsium."Saya merekomendasi Anda untuk mengunyah 1 atau 2 permen karet yang mengandung 50% xylitol, sesudah makan dan sebelum tidur," imbuh Kauko.Menurutnya, 98% permen karet yang dipasarkan di Finlandia telah mengandung xylitol. Ini berpengaruh signifikan pada tingkat kesehatan gigi, sehingga Finlandia menduduki tingkat kesehatan gigi terbaik di dunia.Sementara itu ahli gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Tri Sakti Drg Widijanto Sudhana mengakui penggunaan xylitol di Indonesia cukup terlambat. Produk massal yang memiliki kandungan senyawa ini baru diluncurkan awal tahun 2007."Saya yakin, nanti pemanis ini akan booming, namun jangan dianggap dewa. Jangan sampai aktivitas rutin gosok gigi jadi hilang," tukas Widijanto.
(nvt/nrl)











































