Panglima TNI: Tak Ada Perintah Tembak Bagi Pelanggar Ambalat

Panglima TNI: Tak Ada Perintah Tembak Bagi Pelanggar Ambalat

- detikNews
Kamis, 01 Mar 2007 11:53 WIB
Jakarta - Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto menegaskan, tidak ada perintah tindakan untuk menembak pelanggar batas, khususnya di wilayah perairan dan udara Indonesia. Perintah yang diterima TNI hanya membayangi dan mengusir saja."Memang aturannya begitu, kan tidak ada konfrontasi. Kalau dalam situasi damai, ya usir saja. Kalau ada yang melanggar kita kirim surat protes diplomatik Deplu, jadi tidak asal tembak saja," kata Djoko Suyanto usai membuka seminar nasional tentang kepemimpinan di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2007).Menurut Panglima, kasus pelanggaran batas perairan oleh sejumlah kapal perang Malaysia beberapa waktu lalu di blok Ambalat saat ini dibahas Deplu. Untukitu, Panglima meminta agar pasukannya di lapangan tidak melakukan provokasi."Ya kalau ada yang melanggar harus dibayangi, dijejerkan dan diusir ke luar, itu aturannya ada," jelas Djoko.Ketika ditanya sudah berapa kali kapal Malaysia masuk wilayah Indonesia di Ambalat, Panglima mengaku sudah beberapa kali dan sudah dilaporkan. Bahkan kinimasalah tersebut tengah dibahas oleh Deplu RI-Malaysia.Panglima sendiri belum mengetahui jenis pelanggaran perbatasan yang dilakukan kapal-kapal laut Malaysia pada tanggal 24-25 Februari 2007 lalu. "Saya tidaktahu detail pelanggarannya seperti apa. Memang ada yang melintas ke wilayah kita, sesuai prosedur internasional, ya kita usir saja," ujarnya.Terkait permintaan Komando Armada Kawasan Timur TNI AL agar ada tindakan tegas terhadap para pelanggar perbatasan ini. Panglima hanya menegaskan tidak adaperintah tersebut dari Presiden SBY."Pengusiran itu perintah Panglima yang merupakan perintah politik dari pemerintah. Ya kita bayangi, jejerkan dan usir ke luar. Jangan kelirumenterjemahkan, jadi santailah," tandasnya. (ana/asy)


Berita Terkait