Robot Kendalikan Pembangunan Penampungan Air Bawah Tanah

Robot Kendalikan Pembangunan Penampungan Air Bawah Tanah

- detikNews
Kamis, 01 Mar 2007 11:55 WIB
Jakarta - Penampungan air bawah tanah (deep tunnel reservoir) yang bentuknya mirip terowongan subway bakal dibangun guna mengantisipasi banjir Jakarta. Pembangunannya pun akan dikendalikan robot. "Ini bisa menjadi solusi atasi banjir Jakarta karena kita membangun tandon air yang berada di bawah permukaan tanah sedalam 100 meter.Ini seperti terowongan subway, jadi tidak mencemari lingkungan," kata Wakil Gubernur Fauzi Bowo di Balaikota, Jalan Medan Medeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2007).Menurut dia, terowongan itu akan menampung air dengan kapasitas 30 juta meterkubik."Kajian sementara, kita akan kendalikan air yang meluap dari sungai Ciliwung. Panjang terowongan 17 kilometer, dengan diameter 18 meter, dengan biaya Rp 4,37 triliun," ujarnya.Selain mengendalikan banjir, lanjut dia, reservoir juga bisa untuk persediaan air baku dan penampungan air limbah."Sistem ini bisa diintegrasikan dengan banjir kanal timur (BKT) dan banjir kanal barat (BKB). Sistem sudah ada di Singapura dan Chicago," kata cagub DKI Jakarta ini.Dikatakan dia, sistem ini tidak butuh pembebasan lahan dan akan dibangun di areal banjir meliputi Bukit Duri, Kampung melayu, Manggarai Pintu Air Karet, Grogol, BKB, Muara Angke."Tetapi ini masih rencana kasar akan dilakukan studi lebih lanjut," cetusnya.Fauzi berharap pemerintah pusat bisa ikut membantu.RobotKepala Badan Regulator PAM Ahmad Lanti menambahkan, pembangunan penampungan air bawah tanah akan dikendalikan oleh robot dan satelit GPS."Kejadian banjir kemarin menyadarkan kita untuk membangun konsep ini. Sebenarnya konsep ini sudah kita paparkan 2 tahun lalu tetapi sepertinya tidak jalan. Kita akan bangun 1,5 sampai 2 tahun," kata Lanti. (aan/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait